TROTOAR.ID, MAKASSAR – Haeruddin adalah pemilik PT Lompulle. Ia bersaksi dalam persidangan Terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah atau NA.
Ia mengungkap bahwa dirinya memang mengenal dan pernah berkomunikasi dengan Nurdin Abdullah bahkan, kata Haeruddin, dirinya pernah diminta untuk menyumbang ke beberapa masjid.
Dirinya pernah dihubungi oleh orang dari NA bernama Syamsul Bahri untuk bertemu dengan Nurdin Abdullah.
Baca Juga :
Haeruddin kemudian memenuhi panggilan itu, lalu bertemu di Kantor Gubernur Sulsel kurang lebih 10 menit.
Saat hendak pulang, ia ditawarkan menyumbang untuk pembangunan beberapa masjid.
“Kalau ada rezeki bisa dibantu pembangunan beberapa masjid. Salah satu masjidnya ada di pucak,” kata Haeruddin menirukan perkataan Nurdin Abdullah saat bertemu.
“Saya jawab siap. Saya bilang Rp1 miliar. Saya ingin bersedekah. Apalagi beliau (NA) bilang bangun beberapa masjid yang anggarannya cukup besar,” tambahnya.
Ia menyerahkan uangnya Rp 1 M itu secara tunai ke Syamsul Bahri. Dan setelahnya, dia tak lagi mengkonfirmasi apakah betul uangnya digunakan untuk masjid.
Meski begitu, ia mengaku tak memiliki hubungan bisnis apapun dengan NA.
Ia juga mengaku tidak pernah mengerjakan proyek di lingkup Pemprov Sulsel.
“Di Pemprov tidak pernah saya kerjakan proyek,” bebernya di Ruang Sidang Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (5/8/2021). (Al/Up)




Komentar