Trotoar.id, Maros – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Agustus 2021 di Maros, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital” ini diikuti sebanyak 692 peserta.
Program kali ini dipandu oleh Fitriyani selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Rosmini Hamid selaku konsultan pemasaran digital dan pendiri @zonanyamancafe; Charly Raya selaku Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah GOJEK EJBN; Muhammad Syawal Sauqi selaku Founder dan CEO Kantong Pulsa, KIMOPAY; serta Sumarlin selaku Founder Jelajah Sultra.
Baca Juga :
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.
Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa.
“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.
Pemateri pertama adalah Charly Raya dengan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Menurut Charly, enam profesi yang semakin dibutuhkan dalam sektor digital terutama di era sekarang adalah desainer grafis, desainer UI/UX, penulis konten/pemengaruh/pembuat konten, pembuat video/fotografer, pengembang aplikasi, dan pemasaran.
Sesi materi dilanjutkan oleh Sumarlin yang membawakan tema “Sosialisasi E-Market bagi para Pelaku UMKM”. Sumarlin menjelaskan, salah satu alasan beralih ke bisnis digital adalah karena biaya operasional bisnis digital lebih efisien dibandingkan dengan bisnis tradisional pada umumnya.
“Hal itu disebabkan karena tidak adanya biaya sewa gedung, tenaga kerja, atau hal lain yang dapat berpengaruh terhadap proses produksi,” terang dia.
Rosmini Hamid selaku pemateri ketiga membawakan tema “Peran Literasi Digital Mengubah MindsetKonsumtif menjadi Lebih Produktif”.
Rosmini memaparkan bahwa salah satu permasalahan yang dibawa oleh transformasi digital adalah perilaku konsumtif akibat kemudahan dalam bertransaksi. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur keuangan yang dapat dimulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Sesi pemberian materi diakhiri oleh Muhammad Syawal Sauqi yang membawakan tema “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan selama Masa COVID-19”.
Syawal menjelaskan cara mencari investasi daring yang aman yaitu dengan memperhatikan aspek legalitas, memahami produk dan skema investasinya, serta melihat ulasan dari pengguna lainnya.
Usai pemaparan materi dari para narasumber, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya yang beruntung.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Wina yang menanyakan usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM terkait teknologi. Menurut Rosmini, hal ini dapat diatasi dengan edukasi dari pemerintah setempat.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.




Komentar