Kader Golkar Daerah Mengamuk, Minta DPP Copot TP Sebagai Ketua Golkar Sulsel

Suriadi
Suriadi

Senin, 30 Agustus 2021 01:41

Trotoar.id, Makassar — Kisruh yang meni.pa partai Golkar di beberapa daerah di Sulsel jelang pelaksanaan musyawarah Daerah (Musda) partai Golkar terus terjadi 

Bahkan kisruh yang mengakibatkan sejumlah kader partai Golkar di Kabupaten Tanah Toraja, Bulukumba, Luwu Timur, memberi dampak negatif pada elektoral partai Golkar khususnya pada posisi ketua umum yang dicalonkan sebagai calon Presiden 

Hingga para senior partai golkar di daerah angkat bicara dan meminta kepada DPP Partai Golkar agar kiranya tidak tinggal diam melihat kondisi yang terjadi didaerah, sebab kisruh yang terjadi membuat kader beringin rindang tersebut akan hengkang dari partai Golkar. 

“Kalau seperti ini jujur saya melihat Golkar akan berpengaruh besar pada elektoral partai, termasuk pada keseriusan kader mengawal kebijakan politik partai golkar 2024 mendatang, ” Kata Aldif CH Pakke

Dia berharap, DPP partai golkar segera menonaktifkan ketua DPD I dan pengurus DPD Golkar Sulsel yang menurutnya menjadi biang dari konflik yang terjadi di partai Golkar 

Apa lagi dengan kebijakan membiarkan Plt melakukan pergantian sejumlah pincam jelang musda, dikatakan bertentangan dengan peraturan organisasi pasal 151 poin 1 yang menegaskan masaja jabatan pimpinan kecamatan yang telah habis dapat diperpanjang hingga proses musda berakhir. 

“Coba kita sama-sama membaca dan menyimak perintah PO 02 tahun 2020 pasal 151,ltentang peralihan tegas memerintahkan masa jabatan dapat diperpanjang, dan tidak ada kalimat dalam PO tersebut yang membahas soal pergantian pimpinan kecamatan jelang musda,” Tegasnya 

Bukan cuma kader Golkar tanah toraja saja yang bersoal, sejumlah kader partai Golkar dari Kabupaten Bulukumba pun juga menyoalkan proses pelaksanaan musda yang menurutnya tidak menjunjung tinggi hak-hak kader dan peraturan organisasi 

“Kami kecewa dengan sikap DPD I yang  tidak memberi ruang kepada kader-kader untuk ikut berkompetisi dalam proses musda, apa lagi membiarkan Plt melakukan pergantian Pincam jelas sangat akan merugikan partai Golkar,” Kata Andi Hidayat Pangki

Hingga kader Partai Golkar meminta kepada Ketua Umum mengambil labgkah-langkah penyelamatan Partai yang menurutnya kini sudah berada di ujung kehancuran yang diakibatkam kebijakan yang bertentangan dengan Peraturan organisasi. 

Sebelumnya melalui Wakil ketua umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan DPP meminta kepada ketua DPD I Taufan Pawe untuk mengakomodir seluruh potensi kader untuk bersama-sama mebesarkan Partai Golkar. 

Termasuk meminta menyolidkan seluruh kader Partai dalam mengawal labgkah-langkah dan kebijakan politik Partai Golkar jelang pemilu, Pilpres tahun 2024 mendatang 

Penulis : Ady


 Komentar