Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal Bisa Jadi Solusi Hindari Dampak Bencana

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 05 Oktober 2021 14:48

Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal Bisa Jadi Solusi Hindari Dampak Bencana

Trotoar.id, Luwu Utara — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, sekaligus Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), Senin (4/10/2021), yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Sabbang Selatan.

Kegiatan dibuka Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, dan dihadiri Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar.

Berdasarkan laporan Kalaksa BPBD, Muslim Muchtar, ada 11 desa yang menjadi sasaran pembentukan Destana, yaitu Mari-Mari (Sabbang Selatan), Pompaniki (Sabbang Selatan), Pengkendekan (Sabbang), Salama (Sabbang), Radda (Baebunta), Meli (Baebunta), Polewali (Baebunta Selatan), Mekarsari Jaya (Baebunta Selatan), Maipi (Masamba), Baloli (Masamba) Kelurahan Bone (Masamba) dan Tingkara (Malangke), dan Tolada (Malangke).

Muslim menyebutkan, tujuan digelarnya pelatihan mitigasi bencana dan pembentukan destana
agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sehingga bisa meminimalisir dampak dari bencana.

Baca Juga  Dua Tahun Vakum Akibat Pandemi, Pemda Lutra Kembali Gelar Upacara Bendera

“Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana bisa terlindungi dampak yang merugikan akibat bencana yang menimpa wilayahnya, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana” jelas Muslim.

Sementara Bupati Indah Putri Indriani menyambut baik kegiatan pelatihan mitigasi bencana dan pembentukan destana yang digagas BPBD. Menurut dia, kegiatan ini menjadi upaya pemerintah meminimalisir terjadinya korban jika terjadi bencana.

“Melalui pelatihan ini kita berharap bagaimana meminimalkan korban. Bahkan kalau bisa zero victim alias tak ada korban,” jelas Indah.

Dikatakannya, salah satu bentuk mitigasi yang wajib dilakukan adalah menyiapkan ransel bencana.

Baca Juga  PMI Lutra Berbagi Bersama Anak Yatim

“Setiap rumah harus menyiapkan tas bencana. Isinya kebutuhan dasar seperti pakaian, obat-obatan, makanan dan minuman siap dikonsumsi,” kata dia.

Lebih jauh Indah katakan, salah satu mitigasi terbaik yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan mempelajari tanda-tanda alam, seperti yang dilakukan orang-orang terdahulu.

Kata dia, metode mitigasi dengan mempertimbangkan kearifan lokal atau mitigasi berbasis implementasi kearifan lokal bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Salah satu mitigasi yang paling baik itu juga berdasarkan kearifan lokal, biasanya diidentifikasi dengan mempelajari tanda-tanda alam,” jelas dia.

Ia mencontohkan, perilaku hewan atau semiotika fauna sebagai pengenalan tanda-tanda alam, seperti munculnya burung-burung yang terbang meninggalkan pepohonan dan pegunungan atau hewan-hewan liar seperti ular atau binatang lainnya yang leluar dari permukaan bisa menjadi prediksi terjadinya bencana.

Baca Juga  Pejabat Fungsional Diskominfo Luwu Utara Mulai Beradaptasi dengan Pola Kerja Baru

“Intinya, banyak yang bisa kita lakukan sebagai upaya mitigatif terhadap risiko terjadinya bencana. Semoga apa yang disampaikan pada pelatihan ini nanti, dapat kita implementasikan di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan pelatihan mitigasi dan pembentukan destana ini, Camat Sabbang Selatan Fatmawati Beddu, Camat Sabbang Siti Kidar, Camat Baebunta Andi Yasir Pasandre, Camat Baebunta Selatan Muhammad Yamin, serta Camat Masamba yang diwakili Sekretaris Camat Masamba Ahmad.

Untuk diketahui, di Kabupaten Luwu Utara terdapat 157 desa/kelurahan masuk kategori rawan bencana, berdasarkan dokumen kajian risiko bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. (LH)

Penulis : LH

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional04 November 2026 04:06
Geger Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka
JAKARTA, Trotoar.id — Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian mengguncang internal Mabes Polri. Tiga perwira tingg...
Politik03 November 2026 22:04
Hastang Mattanete Pimpin Golkar Pinrang, IAS Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029
PINRANG, Trotoar.id — Regenerasi kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Pinrang resmi memasuki babak baru. Hastang Mattanete ditetapkan sebagai Ketua ...
Politik03 November 2026 15:12
Musda Golkar Enrekang Ditunda, Calon Ketua Belum Kantongi Diskresi
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Enrekang yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) res...
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...