Bawakan Orasi Ilmiah di STIK Tamalatea, IDP Ungkap Inovasi Atasi Stunting di Luwu Utara

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 09 Oktober 2021 03:17

Bawakan Orasi Ilmiah di STIK Tamalatea, IDP Ungkap Inovasi Atasi Stunting di Luwu Utara

Trotoar.id, Makassar — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar mengundang Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, untuk membawakan Orasi Ilmiah pada acara Wisuda Sarjana XXVI dan Pascasarjana XI Program Studi Kesehatan Masyarakat, Kamis (7/10/2021) di Hotel Dalton, Makassar.

Di hadapan para Pimpinan, Senat, Dosen, dan Wisudawan STIK Tamalatea, Bupati Indah Putri Indriani menyampaikan Orasi Ilmiah tentang Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kabupaten Luwu Utara. Indah mengaatakan, aksi konvergensi stunting menjadi bagian dari 17 SDGs atau tujuan pembangunan milenium berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu fokus pembangunan nasional termasuk di daerah.

“Kesuksesan negara di masa mendatang sangat ditentukan oleh keadaan kesehatan generasi masa kini. Namun, fakta menyatakan bahwa 4 dari 10 anak balita di Indonesia mengalami stunting dibanding usianya,” kata Indah.

Fakta itu, kata dia, menjadi tantangan bersama karena dampak stunting ini tidak disadari masyarakat. Padahal stunting berdampak pada seluruh siklus kehidupan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,” papar Indah.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Tsunami Banten dan Lampung

Dijelaskannya bahwa upaya percepatan pencegahan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan secara konvergen di tingkat kabupaten sampai desa.

Lebih ia katakan, intervensi gizi spesifik umumnya dilaksanakan oleh sektor kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif menyasar penyebab tidak langsung stunting yang mencakup peningkatan penyediaan air bersih dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran komitmen dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak, serta peningkatan akses pangan bergizi.

Pada kesemoatan itu, orang nomor satu di Luwu Utara ini mengungkapkan bahwa berdasarkan data e-PPGBM, stunting di Luwu Utara pada 2018 adalah 31,10% turun menjadi 19,65% pada 2020.

“Untuk mencapai target nasional tahun 2024, yakni 14 %, maka diperlukan keterlibatan lintas sektor terkait termasuk dengan dukungan regulasi dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Luwu Utara,” terangnya.

Baca Juga  Jembatan Perintis Garuda Hadir di Bottoe, Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi 90 Kepala Keluarga

“Kami juga senantiasa menawarkan kepada berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi untuk dapat membantu dan bahu-membahu bersama dengan Pemda Luwu Utara dalam rangka pencapaian target stunting 14% di 2024 melalui kerjasama satu sarjana kesehatan masyarakat satu desa,” ujarnya menambahkan.

Ie menyebutkan, di Luwu Utara, pada 2021 terdapat 30 desa lokus stunting, dan 2022 telah ditetapkan 50 desa lokus stunting.

“Pemda terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk mengentaskan stunting, baik dengan upaya sensitif maupun spesifik,” kata dia.

Masih Indah, berbagai inovasi dan upaya spesifik telah dilaksanakan untuk mempercepat penurunan stunting, di antaranya Pekan Bebas Stunting (PBS) di Wilayah Puskesmas Limbong, Panti Gizi di Wilayah Puskesmas Sabbang Selatan dan Pos Gizi Pencegahan Stunting di wilayah Puskesmas Bonebone.

Ketiga inovasi itu, kata dia, fokus pada upaya promotif terkait dengan penyebab stunting dan praktek Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) dengan pangan lokal.

Baca Juga  Muh Arham Darmawan Talenta Muda Dari Luwu Dipanggil Seleksi Timnas U-16 di Jakarta

“Inovasi upaya sensitif yang mendukung penurunan stunting di Luwu Utara di antaranya adalah inovasi Getar Dilan dan inovasi ini telah mendapat penghargaan TOP 45 inovasi terbaik di Indonesia. Kemudian inovasi Sentuh Hati, yaitu Sentuh Hati Masyarakat Dalam Penerapan STBM Pilar 1 (Stop Buang air besar Sembarangan). Dengan inovasi ini, menjadikan Luwu Utara sebagai Kabupaten ODF, dengan 100 % masyarakat mengakses sanitasi dasar,” beber Indah.

Tak hanya itu, untuk menurunkan stunting, Pemda juga mendorong kolaborasi pentahelix dalam membangun goverment collaborative.

“Kita terus berkolaborasi dengan LSM, perguruan tinggi, dan komunitas melalui berbagai program dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mengentaskan masalah stunting dan menjadikan stunting sebagai salah satu fokus masalah kesehatan masyarakat untuk ditanggulangi bersama,” tutup Indah.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Prof Jasruddin, dan Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (LH)

Penulis : LH

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 22:10
Peringati HUT ke-62, Golkar Sulsel Gelar Donor Darah di Pesta Rakyat, Targetkan 100 Kantong
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD I...
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sak...
Daerah09 Oktober 2021 03:17
Bawakan Orasi Ilmiah di STIK Tamalatea, IDP Ungkap Inovasi Atasi Stunting di Luwu Utara
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan berbuah penghargaan. Kota Makassar ...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemu...