Pemasaran Digital: Solusi dari Tantangan Produk Pertanian dan Perikanan

Fadli
Fadli

Rabu, 17 November 2021 14:56

Pemasaran Digital: Solusi dari Tantangan Produk Pertanian dan Perikanan

Trotoar. Id, Tomohon — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Si berkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 17 November 2021 di Tomohon, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Tips dan Trik Jualan Online”. Kegiatan yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh 860 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Dian Ikha Pramayanti selaku dosen sekaligus writerpreneur, Muhammad Kamil Jafar selaku dosen IAIN Manado, Nur Intan Sunusi selaku digital marketing sekaligus Miss Grand Sulawesi Tengah 2019, serta Gunawan Primasatya selaku pendiri Digital Media Tana Poso . Diskusi tersebut dimoderatori oleh Jihan Novita selaku spesialis komunikasi. 

Acara dimulai dengan video sambutan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi pemaparan, Dian Ikha Pramayanti membawakan materi pertama berjudul “Digital Marketing untuk Petani dan Nelayan”.

Dian menuturkan, tantangan produk pertanian dan perikanan di era digital adalah sifatnya yang tidak tahan lama akibat pengemasan dan pengiriman, kontinuitas produksi bergantung pada musim, edukasi dan promosi produk lokal, serta kalah bersaing dengan produk impor.

Solusinya, sebut Dian, adalah pemasaran digital dengan memanfaatkan televisi, radio, maupun situs digital. “Pada pemasaran digital, penjual harus paham bagaimana cara agar calon pembeli mengunjungi situs kita serta bagaimana mempertahankan pembeli,” ujarnya.

Sesi pemaparan materi dilanjutkan oleh Gunawan Primasatya yang membahas mengenai “Tips & Tricks Jualan Online”.

Menurut Gunawan, transaksi jual beli tidak lepas dari komplain pelanggan, sehingga penjual perlu bersikap tanggap serta menunjukkan empati kepada pelanggan. Setelah itu, penjual dapat meminta maaf dan bersikap solutif terhadap komplain yang diberikan, sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

“Ingat, isu negatif lebih mudah menyebar dibandingkan dengan isu positif. Kalau ingin membangun kredibilitas dan citra dari usaha kita, hambat lah isu negatif tersebut agar tidak menyebar,” pesan Gunawan.

Pemateri ketiga yaitu Muhammad Kamil Jafar membawakan materi berjudul “Peran Literasi Digital mengubah Mindset Perilaku Konsumtif ke Produktif

”Kamil menjelaskan bahwa keinginan adalah sesuatu yang tidak harus dibeli, tidak terlalu penting, serta memerlukan pertimbangan sebelum membelinya. Sementara, kebutuhan bersifat darurat, tidak dapat digantikan, dan tidak memerlukan pertimbangan.

“Dalam mengatur gaji, gunakan rumus 50:30:20, di mana 50% untuk kebutuhan sehari-hari seperti tagihan listrik, biaya makan, dan lain-lain. Lalu, 30% untuk bersenang-senang dan 20% untuk ditabung,” tuturnya.

Nur Intan Sunusi menutup sesi pemaparan materi sebagai pemateri terakhir dengan materinya yang berjudul “Main Aman saat Belanja Online”.

Ia mengatakan, jika kartu yang kita gunakan untuk transaksi digital dibobol, kita harus segera menghubungi pusat panggilan resmi untuk menutup akun sementara.

Jangan pernah berikan pin atm maupun kode OTP melalui nomor telepon yang tidak resmi karena pusat panggilan resmi tidak akan meminta pin atau kode.

“Pastikan pin ATM tidak terlihat saat sedang melakukan transaksi,” pesan dia.

Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Jihan Novita. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan.

Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Surya, bertanya tentang bagaimana para pelaku usaha pangan dapat memudahkan jalur pemasarannya tanpa adanya risiko bahan pangan rusak di jalan.

Dian menanggapi bahwa salah satu solusinya adalah pemasaran digital langsung dari produsen ke konsumen, sehingga dapat memotong panjangnya birokrasi penjualan. Penjual juga dapat mengolah pasca panennya agar produk yang dihasilkan dapat lebih awet.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Penulis : Alam


 Komentar

Berita Terbaru
News05 Desember 2021 23:03
Erupsi Gunung Semeru, Bupati Luwu Utara Kirim Doa untuk Warga Terdampak
Trotoar.id, Luwu Utara --- Bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengundang empati dan simpati ...
Pendidikan05 Desember 2021 22:56
Alumni Smansa Makassar Mendapat Apresiasi Dua Kali Mengembangkan Celltech Stem Cell , Deby Vinski : Semua Untuk Indonesia
Trotoar.id, Makassar -- Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) dan Pemilik Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking yaitu Prof d...
Daerah05 Desember 2021 22:49
SKB CPNS Luwu Utara Resmi Berakhir, Sepasang Suami-Istri Raih Nilai Tertinggi Kedua
Trotoar.id, Makassar --- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara ...
News05 Desember 2021 21:08
Ratusan Warga Antusias Hadiri Reses Syaharuddin Alrif
Trotoar.id, Makassar -- Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menggelar reses masa sidang ketiga tahun 2021 di Panker, pelataran Monumen Ganggawa...