Jembatan Miring Kota Palopo Sudah Bisa Dilalui Kendaraan, BBPJN Sulsel: STOP ODOL!

Fadli
Fadli

Selasa, 23 November 2021 22:40

Jembatan Miring Kota Palopo Sudah Bisa Dilalui Kendaraan, BBPJN Sulsel: STOP ODOL!

Trotoar.id, Palopo — Setelah hampir sebulan masyarakat tak bisa melewati jembatan salu Battang atau jembatan miring karena mengalami keretakan, kini jembatan yang merupakan akses utama jalan poros Trans Sulawesi itu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Pembukaan akses dilakukan pada Selasa dini hari pukul 02.30 WITA, setelah dilakukan pengaspalan oprit jembatan di kedua sisi jembatan.

“Jembatan dibuka kembali untuk lalu lintas kendaraan,” begitu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel menulis dalam akun resmi fanpage facebooknya, Selasa (23/11/2021).

Untuk pengaturan lalu lintas kendaraan yang melewati jembatan sepenuhnya menjadi kewenangan Satlantas dan Dinas Perhubungan setempat.

Pada kesempatan itu, BBPJN Sulsel juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah sabar menunggu selesainya perbaikan jembatan miring.

“Ungkapan terima kasih atas kesabaran menunggu selesainya perbaikan jembatan sampai bisa dilalui kepada masyarakat penggunan jalan dan kepada seluruh instansi yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan penanganan pascabencana jembatan S. Battang,” tulis BBPJN.

Meski begitu, tidak semua kendaraan dibolehkan melewati jembatan. Hanya kendaraan dengan konfigurasi beban Muatan Sumbu Terberat (MST) 8 ton yang boleh melintas.

“Harap tetap menjaga muatan kendaraan sesuai aturan ya, STOP ODOL (Over Dimensi dan Over Load)”, tulis BBPJN mengingatkan.

Tak kalah pentingnya, BBPJN juga mengimbau agar kendaraan yang melintas wajib menjaga jarak lima meter.

“Hal ini dimaksudkan agar beban kendaraan tidak terlalu berat saat melintas di jembatan,” kata Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Luwu, Usdin Iskandar, seperti dikutip Ritmee.co.id, Senin 22 November kemarin.

Kabar pembukaan akses jembatan mirin ini sontak menuai berbagai macam tanggapan positif. Pasalnya, sudah hampir sebulan, lalu lintas kendaraan di jalan poros trans Sulawesi terhambat. Kendaraan harus melalui jalur alternatif yang agak sempit. Akibatnya, ratusan kendaraan mengular dan terjebak macet berjam-jam.

Parahnya, BBM juga mengalami kelangkaan, utamanya di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, disebabkan mobil pengangkut BBM terjebak macet berkepanjangan. Situasi ini menjadi perhatian serius pemprov Sulsel dan Pemda se-Tana Luwu karena jembatan ini penghubung utama jalan poros trans Sulawesi. (LH)

Penulis : LH


 Komentar

Berita Terbaru
News05 Desember 2021 23:03
Erupsi Gunung Semeru, Bupati Luwu Utara Kirim Doa untuk Warga Terdampak
Trotoar.id, Luwu Utara --- Bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengundang empati dan simpati ...
Pendidikan05 Desember 2021 22:56
Alumni Smansa Makassar Mendapat Apresiasi Dua Kali Mengembangkan Celltech Stem Cell , Deby Vinski : Semua Untuk Indonesia
Trotoar.id, Makassar -- Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) dan Pemilik Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking yaitu Prof d...
Daerah05 Desember 2021 22:49
SKB CPNS Luwu Utara Resmi Berakhir, Sepasang Suami-Istri Raih Nilai Tertinggi Kedua
Trotoar.id, Makassar --- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara ...
News05 Desember 2021 21:08
Ratusan Warga Antusias Hadiri Reses Syaharuddin Alrif
Trotoar.id, Makassar -- Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menggelar reses masa sidang ketiga tahun 2021 di Panker, pelataran Monumen Ganggawa...