HUKUM

Begini Tampang Ferdinand saat Ditetapkan Tersangka dan Ditahan di Mabes Polri, Ini Kata Polisi

Awal Nur
Awal Nur

Selasa, 11 Januari 2022 04:56

Ferdinand Hutahaean saat berada di Bareskrim, Senin (10/1) kemarin. (*)
Ferdinand Hutahaean saat berada di Bareskrim, Senin (10/1) kemarin. (*)

JAKARTA—Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Senin (10/1/2022). 

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, setelah penyidik melakukan gelar perkara, didapatkan dua alat bukti sebagai prasyarat untuk menetapkan tersangka.

Setelah menjadi tersangka, polisi mengambil keputusan menahan Ferdinand. Alasannya, karena takut melarikan diri dan dikhawatirkan mengulangi perbuatannya.

“Setelah melakukan gelar perkara, penyidik Dit Siber telah mendapatkan dua alat bukti, sehingga menaikkan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, di Jakarta, Senin (10/1) malam.

Penetapan tersangka itu dilakukan usai Ferdinand diperiksa oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sebagai saksi terlapor dalam perkara ini. Pemeriksaan Ferdinand sebagai saksi berlangsung sejak pukul 10.30 WIB hingga sekitar 21.30 WIB.

Menurut Ahmad, polisi juga langsung menahan Ferdinand. “Penahanan di Rutan cabang Jakpus di Mabes Polri,” kata Ahmad.

“Jadi sekali lagi yang bersangkutan telah dilakukan penangkapan dan penahanan,” katanya.

Sebagai informasi, dalam akun Twitternya @FerdinandHaean3, Ferdinand sempat melontarkan ucapan “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.


Namun, cuitan itu kini telah dihapus di sosial media Twitternya.

Ferdinand kemudian mengklarifikasi bahwa cuitan kontroversialnya itu tak sedang menyasar kelompok atau agama tertentu. Cuitan itu, kata dia, berdasarkan dialog imajiner antara hati dan pikirannya saat kondisinya tengah lemah.

Ia lantas dipolisikan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu (5/1/2022). 

Kasus diusut secara cepat. Bareskrim langsung memeriksa serangkaian saksi hingga akhirnya dua hari kemudian kasus menjadi penyidikan.

Ferdinand kemudian meminta maaf kepada umat Muslim dan mengaku khilaf atas cuitan kontroversialnya ini. Ia mengungkapkan dirinya telah menjadi seorang Muslim sejak 2017.

Cuitan tersebut, kata dia, dibuat dalam kondisinya yang sedang sakit. Ferdinand menyatakan telah membawa surat riwayat kesehatan itu saat diperiksa penyidik, Senin (10/1).

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara saya muslim apabila tersinggung ataupun tersakiti dengan tulisan saya di Twitter, sekali lagi saya mohon maaf karena kekhilafan saya, mungkin karena pemahaman agama Islam saya yang baru seumur jagung,” kata Ferdinand dalam keterangan resminya, Jumat (7/1).

Penulis : Opk/lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro12 Agustus 2022 14:48
Pemkot Makassar Hadiri Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan RB
Trotoar.id, Makassar -- Pemerintah Kota Makassar ikuti Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ...
Metro12 Agustus 2022 14:46
Trotoar.id, Luwu Utara, - Sebanyak 105 jemaah haji asal Luwu Utara yang tergabung di kloter 16 telah tiba kembali di Luwu utara sekitar pukul 03.00 Wi...
Metro12 Agustus 2022 14:44
Sulsel Anti Mager, Gubernur Andi Sudirman Jalan Bersama Ribuan Pelajar wilayah Mamminasata dan ASN
Trotoar.id, Makassar — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman melepas peserta jalan sehat Gerakan Sulsel Anti Mager di Kawasan Center Point of Ind...
Metro11 Agustus 2022 18:31
Disnakertrans Sulsel Gelar Job Fair Virtual, Yuk Daftar!
Trotoar.id, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Suls...