JAKARTA—Eks Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof Azyumardi Azra memperingatkan Presiden Joko Widodo diingatkan untuk mempertimbangkan rencana pemindahan Ibukota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim).
Pemindahan itu ditargetkan selesai sebagian pada 2024. Hal itu diingatkan langsung oleh inisiator petisi “Dukung Suara Rakyat: Pak Presiden, 2022-2024 Bukan Waktunya Memindahkan Ibukota”
“Kalau ini (proyek IKN) berlanjut ya mungkin itu tadi, paling penyesalan,” ujarny
Baca Juga :
Apalagi, “Gak mungkin ya melakukan tindakan hukum kepada mantan presiden dalam pembangunan,” ujar Prof Azyumardi dikutip di akun YouTube Hersubeno Point, Minggu (6/2).
Karena, kata Prof Azyumardi, proyek yang lebih kecil dari IKN seperti Hambalang saja mangkrak, tidak bisa menuntut presidennya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat itu.
“Jadi oleh karena itu lah maka kemudian presiden harus mempertimbangkan betul-betul matang-matang, ini dalam waktu dua tahunan bisa selesai gak, kalau gak selesai, gak ada jaminan presiden yang akan datang melanjutkan,” kata Azyumardi.
Sehingga kata Azyumardi, hal tersebut harus dipertimbangkan sendiri oleh Presiden Jokowi. Karena, dampak dari proyek pemindahan IKN ke Kaltim sangat jelas.
“Dampaknya itu dampak keuangannya jelas. Kalau misalnya dalam dua tahun itu dikebut membangunnya, mungkin menghabiskan dana ratusan triliun katakanlah, itu kan mubazir,” kata Azyumardi.




Komentar