SINJAI, trotoar.id—Desa Kampala digemparkan dengan peristiwa sadis dan berdarah.
Pada 19 Februari 2022, warga Desa Kampala antara Ambo (68) dan Saleng bertikai menggunakan senjata tajam.
Sementara penyebab terjadinya peristiwa ini diduga hanya akibat hal sepele saja.
Baca Juga :
Menurut kepolisian bahwa awal kasus ini diduga disebabkan ketersinggungan.
Sehingga isi perut Ambo terburai dan tangan kiri putus hingga harus mendapat perawatan serius.
Humas Polres Sinjai, AKP Fatahuddin menjelaskan bahwa antarakorban dan pelaku terlibat cekcok.
Ketika itu, pelaku membawa rumput untuk sapinya lalu tak sengaja berpapasan dengan korban.
Korban bermaksud menegur pelaku dengan mengatakan kepada pelaku “Rumput itu dibawa pakai mobil.”
Lalu perkataan korban disambut oleh pelaku dengan menjawab, “Ada pi itu uang. Tidak sama kamu (korban), karena kamu banyak uang.”
Setelah itu, tidak lama kemudian korban meninggalkan lokasi itu.
Dari percakapan tersebut, diduga karena merasa tersinggung perkataan pelaku, maka korban kembali mencari pelaku sehingga keduanya bertemu di samping rumah warga berinisial AN.
Cekcok pun terjadi di situ. Secara membabi buta korban menyerang pelaku dengan menggunakan sabit yang mengenai tangan kiri pelaku sehingga terluka.
Tak tinggal diam, pelaku juga dengan ganas dan sadis membalas dengan menggunakan parang miliknya yang mengenai tangan kiri korban sehingga langsung putus.
Tak berhenti di situ, pelaku menambah serangannya dengan mengenai bagian perut yang membuat usus si korban terhambur keluar dari tempatnya.
Setelah kejadian korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Saat ini pelaku dan barang buktinya telah diamankan di Polres Sinjai untuk diproses lebih lanjut,” kata AKP Patahuddin. (*)




Komentar