Pemprov Sulsel

26 Tahun Otonomi Daerah, Gubernur Sulsel Tekankan Soal Pelayanan 

Suriadi
Suriadi

Senin, 25 April 2022 18:59

26 Tahun Otonomi Daerah, Gubernur Sulsel Tekankan Soal Pelayanan 

Makassar, trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti acara XXVI Hari Otonomi Daerah Tahun 2022 secara virtual dari Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin 25 April 2022.

Dalam kesempatan itu, turut bersama Gubernur diantaranya Kasdam XIV Hasanuddin; perwakilan Kapolda Sulsel; perwakilan Pangkoopsau II; Danlantamal VI; Wakajati Sulsel; dan Kabinda Sulsel.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) dan diikuti oleh seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Dengan mengusung tema yakni “Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Wujudkan ASN yang Proaktif dan BerAKHLAK dengan Membangun Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Acara puncak peringatan Hari Otda dirangkaikan dengan launching Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SI LPPD) Versi 1.1 dan Konsultasi Virtual (Kovi) Otda.

Sekjen Kemendagri, Suhajar Diantoro menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Ia mengatakan, bahwa secara filosofis tujuan dilaksanakannya Otonomi Daerah dengan mendelegasikan sebagian kewenangan, sebagian urusan Pemerintahan yaitu urusan Pemerintahan konkuren, sejatinya untuk memastikan Daerah mencapai kemandirian fiscal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan. 

“Setelah dua puluh enam Tahun berlalu, Otonomi Daerah telah memberikan dampak positif dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka indeks-indeks pembangunan manusia, bertambahnya PAD, dan bertambahnya fiskal daerah”, tutur Suhajar Diantoro.

Usai mengikuti virtual acara XXVI Hari Otonomi Daerah Tahun 2022, Andi Sudirman mengaku, bahwa Pemprov Aulswl senantiasa menjunjung semangat dan prinsip-prinsip otonomi daerah demi terwujudnya Good Governance dan Clean Goverment di Sulsel. Hal itu pun sejalan dengan visi yakni “Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif dan Berkarakter”. 

“Kami berharap XXVI Tahun Hari Otonomi Daerah, agar makna dan nilai-nilai otonomi daerah dapat diimplementasikan dalam setiap proses penyelenggaraan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Andi Sudirman pun memuji hadirnya inovasi Kemendagri, yakni Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SI LPPD) Versi 1.1 dan Konsultasi Virtual (Kovi) Otda. 

“Bagus sekali, itu adalah sebagai momentum titik poin awal bagaimana teknologi itu pendekatannya sehingga pelayanan publik dipercepat. Ini sangat-sangat baik, tentu ini memperlihatkan bagaimana orang bisa mendapatkan waktu ruang dan yang sangat cepat tidak perlu tatap muka dan sebagainya. Apalagi sudah bisa konsultasi secara virtual,” ucapnya. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah13 Agustus 2026 16:53
Pemkab Luwu Tak Menunggu Kekeringan Meluas, Pompa Air hingga Deep Well Disiapkan
LUWU, Trotoar.id — Kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu. Di tengah potensi kemarau berkepanjangan dan cuaca ekstrem, Pemeri...
Nasional13 Agustus 2026 16:49
Bulog Ungkap Stok Jagung Sulselbar 52.565 Ton, Harga SPHP untuk Peternak Rp5.500 per Kg
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan mahalnya biaya pakan kembali menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Sulawesi Selatan bersa...
Metro13 Agustus 2026 16:31
Pemakzulan Bupati Gowa: Mulus ke Mahkamah Agung atau Mental di Meja Hukim?
GOWA, Trotoar.id — Tujuh fraksi di DPRD Kabupaten Gowa telah mengunci sikap politiknya. Hak menyatakan pendapat disepakati, dengan agenda paling kon...
Parlemen13 Agustus 2026 14:22
Harga Telur Anjlok, Komisi B DPRD Sulsel Bongkar Beban Peternak dari Hulu ke Hilir
MAKASSAR, Trotoar.id — Harga telur ayam ras di Sulawesi Selatan kembali menjadi persoalan serius bagi peternak.  Di satu sisi harga jual telur di t...