Trotoar.id, Makassar – Posisi ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe saat ini semakin tersudutkan, apa lagi Nurdin Halid wakil ketua umum melayangkan gugatan hukum atas tudingan yang disampaikan ketua Golkar atas diri Nurdin Halid.
Pengamat politik dari universitas Hasanuddin Andi Ali Armunanto, saat dimintai tanggapan oleh wartawan menyatakan, upaya hukum yang dilakukan Nurdin Halid terhadap Taufan pawe adalah strategi untuk mempercepat prose musdalub partai Golkar Sulsel.
“Laporan Polisi yang dilayangkan Nurdin Halid akan memudahkan Proses Musdalub, sebab jika Taufan Pawe dijadikan tersangka atas laporan polisi NH, maka TP akan masuk dalam kategori cacat organisasi, dan dengan mudah TP akan dilengserkan,” Katanya
Sehingga jika TP nantinya menyandang status tersangka, maka kemungkinan besar akan dinonaktifkan sebagai ketua DPD I dan DPP Golkar akan menunjuk PLT untuk melaksanakan proses Musdalub
Lanjut Andi Ali, respon TP terhadap mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah pengurus Golkar Sulsel, menurutnya terlalu berlebihan, hingga akhirnya respon TP tersebut mendapat perlawanan hukum.
Menurut Ali, proses gerakan Musdalub ini akan berjalan cepat atas reaksi TP yang memicu dirinya dilaporkan ke kepolisian. Karena, NH kata Ali akan tetap mendorong Musdalub bisa dilakukan secepatnya.
“Saya rasa kalau proses Musdalub ini bisa dipercepat, justru kerja-kerja untuk Pemilu 2024 tidak akan terganggu, artinya masih banyak waktu bagi Golkar untuk dilakukan konsolidasi internal,” katanya.
Hingga dirinya menyarankan agar perseteruan yang terjadi di tubuh internal golkar sulsel tak boleh dibiarkan berlama-lama, itu akan mengganggu konsentrasi partai politik menghadapi tahapan pemilu,” Jelasnya
Lanjut dia Taufan Pawe juga memimpin Golkar Sulsel saat ini terus digoyang, sehingga konsolidasi partai Golkar tidak berjalan dengan baik, yang jelas akan memberi dampak negatif pada perolehan partai golkar pada pemilu akan datang.
“Taufan Pawe juga memimpin Golkar terus digoyang, konsolidasi tidak berjalan, ya memang kalau mau diganti (TP), harus dilakukan sekarang, dengan penggantinya harus mampu mengkonsolidasikan internal Golkar,” ungkap Ali.
Meski begitu, Ali mengatakan posisi TP saat ini masih dianggap kuat, hanya saja posisi tersebut akan tergerus dengan gerakan yang dilakukan oleh Ketua Pemenangan Pilpres Airlangga, Ilham Arief Sirajuddin alias IAS yang selama ini melakukan konsolidasi di beberapa daerah.
“Saat ini memang TP masih bisa dikatakan kuat, namun pergerakan IAS yang melakukan konsolidasi di beberapa daerah lambat laun menggerogoti posisi TP, Apalagi daerah yang digarap memang daerah yang selama ini tidak mendukung TP.,” Ucapnya




Komentar