Trotoar.id, Makassar – Kelompok berandalan di kota makassar kembali bereaksi, hingga salah satu suporter PSM Makassar Wahyudi (18 tahun) salah satu Suporter PSM Makassar menjadi korban dari kebringasan yang dilakukan kelompok begal atau berandalan yang selama ini meresahkan warga Kota Makassar
Wahyudi meninggal dunia setelah dirinya yang mengendarai sepeda motor dikelar oleh sekelompok orang yang menggunakan senjata tajam berupa parang busur, hingga Pria berusia 18 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas
Kapolsek Mamajang Kompol Mariana T Rante dilansir suara.com mengungkapkan, sebelum menghembuskan nafasnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayang, namun nyawanya tak tertolong karena benturan keras yang dialami korban di bagian kepala.
Baca Juga :
“Korban meninggal karena kepalanya terbentur dan cukup parah. (Kepala) kena bahu jalan, posisi korban kan dibonceng,” ujar Mariana, Kamis, 29 September 2022.
Mariana menjelaskan, Wahyudin bersama temannya mencoba kabur diri dari kejaran kelompok Motor yang mengejarnya, saat Korban bersama temannya melintas di Jalan Veteran menggunakan sepeda motor.
Karena panik, korban dan temannya menancap gas motornya dengan kecepatan tinggi,
namun Korban bersama temannya tak dapat mengendalikan mengendalikan sepeda motornya, Hingga menabrak sebuah tiang
“Mereka mencoba kabur dari kejaran kelompok yang mengejar dia menggunakan sajam, dengan kecepatan tinggi, namun kendaraan yang di kemudian tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya menabrak tiang, dan pada waktu itu korban di bonceng oleh temannya,”kata Polisi perempuan berpangkat Kompol tersebut
Usai kejadian, kata dia, korban sendiri dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar untuk mendapat perawatan, namun takdir berkata lain Wahyudin harus meregang nyawa sementara temannya masih dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji mengalami luka parah.
Mariana menegaskan para pelaku yang mengejar korban bersama temannya kini dalam pengejaran, identitas para pelaku sudah diperoleh, sehingga dia meminta agar para pelaku menyerahkan diri sebelum ditangkap.
.




Komentar