Bupati Luwu Utara Harap Pelaksanaan Desa Tangguh Bencana Jadi Edukasi Masyarakat

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 07 Juni 2023 20:13

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bakal menggelar Simulasi Desa Tangguh Bencana (Destana) yang  dipusatkan di Desa Maipi Kecamatan Masamba.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bakal menggelar Simulasi Desa Tangguh Bencana (Destana) yang  dipusatkan di Desa Maipi Kecamatan Masamba.

Trotoar.id, Luwu Utara — Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bakal menggelar Simulasi Desa Tangguh Bencana (Destana) yang  dipusatkan di Desa Maipi Kecamatan Masamba.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyebut, simulasi sangat penting dilakukan agar ketika terjadi bencana masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan, khususnya saat banjir bandang.

“Yang melatarbelakangi secara umum adalah dari hasil pengkajian bahwa faktor alam sangat dominan dalam kejadian banjir bandang 2020 lalu. Kajian ini dilakukan oleh Universitas Hasanuddin di mana dipredikasi bahwa kejadian serupa bisa saja terjadi kembali,” kata Indah mengawali arahannya pada Rakor Persiapan Simulasi Destana di Command Centre, Selasa (6/6).

“Karena alam tidak bisa kita lawan dan bencana adalah suatu keniscayaan, maka yang  bisa kita lakukan adalah melakukan upaya mitigasi, salah satunya peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi secara terus menerus terkait potensi bencana,” terang bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Lebih lanjut, Indah menyebutkan, risiko bencana akan tinggi jika pemahaman dan kapasitas masyarakat rendah.

“Untuk itu risiko bencana dapat kita turunkan jika masyarakat  paham kemudian mengetahui jenis ancaman di wilayahnya serta memiliki pemahaman yang baik. Baik itu secara pribadi, keluarga, dan masyarakat atau dalam kelompok. Sebab ketika terjadi bencana target kita adalah zero victim atau tidak ada korban jiwa,”
tegas bupati yang karib disapa IDP ini.

Terkait Indeks Risiko Bencana Kabupaten Luwu Utara, di 2022 ini turun di peringkat 9 di Sulsel.

“Dari yang sebelumnya kita di 2020 peringkat ke lima, 2021 turun lagi di peringkat 6 dari daerah yang dianggap rawan bencana. Itu artinya kapasitas daerah kita terus membaik karena dukungan regulasi dan kebijakan penganggaran. Tapi PR kita adalah Indeks Kapasitas Masyarakat (IKM),” ucapnya.

“Intinya kalau orang sering latihan pasti berbeda dengan orang yang jarang latihan. Dan simulasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, sukses simulasi tergantung dari unit kerja terkait. Dengan SDM yang kita miliki, saya minta dukungan untuk memperkuat edukasi, literasi, untuk membangun kultur warga. Agar terbentuk masyarakat yang tangguh bencana baik sebagai pribadi, keluarga, dan dalam kelompok,” pinta IDP pada rakor yang diikuti Kalaksa BPBD, Kadinkes, Sekretaris Dinas Sosial, Camat Masamba, Basarnas, Tagana, PSC 119, PMI, serta perwakilan masyarakat Desa Maipi.  (Rn)

Penulis : Ayu

 Komentar

Berita Terbaru
Metro14 Mei 2026 22:12
Pemprov Sulsel Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan K...
Politik14 Mei 2026 22:08
Kaswadi Siap Sambut Konsolidasi Golkar di Soppeng, Target Perkuat Soliditas Jelang Musda
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyatakan kesiapan penuh menyambut agenda konsolidasi DPD ...
Politik14 Mei 2026 18:02
Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Jelang Musda Golkar Sulsel
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas dan kebersam...
Metro14 Mei 2026 16:47
178 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Pemkot Makassar Utamakan Pendekatan Humanis
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menertibkan sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama puluhan tahun menempati fasilita...