DPRD Makasasar

Apiaty Amin Syam Soroti Pendidikan di Makassar Masih Minim Kualitas

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 29 Juli 2023 17:35

Apiaty Amin Syam Soroti Pendidikan di Makassar Masih Minim Kualitas

Trotoar.id, Makasasar — Anggota DPRD Kota Makassar, Apiaty K Amin Syam menyoroti masalah pendidikan yang ada. Termasuk mengenai kualitasnya yang masih kurang.

Demikian disampaikannya saat Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel ASTON, Jl Sultan Hasanuddin, Sabtu (29/7/2023).

Legislator dari Fraksi Golkar ini memandang berbagai aspek di pendidikan masih butuh pembenahan. Misalnya saja sumber daya manusia dalam hal ini guru.

Arifin Dg Kulle Dorong Rampungkan Infrastruktur Secepatnya
Bahas Perlindungan Anak, HM Yunus: Butuh Perhatian Serius dari Pemerintah

“Berkali-kali kami menyampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk peningkatan kualitas guru salah satunya di dalamnya sertifikasi. Itu harusnya dianggarkan,” ujar Apiaty.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini mengatakan bahwa guru yang kurang perhatikan mesti jadi perhatian pemerintah kota. Sebab, tolak ukur bagus tidaknya pendidikan salah satunya adalah guru.

“Begitu juga dengan sekolah yang mau di akreditasi, itu harus ada guru yang disertifikasi. Makanya setidaknya Dinas Pendidikan usahakan untuk ada anggarannya,” tambahnya.

Selain itu, Apiaty meminta sarana dan prasarana sekolah harus dibenahi. Tidak hanya sekadar memenuhi kuota siswa namun ruang kelas tidak memadai.

“Bahkan ada lab yang dijadikan ruang kelas hanya karena memaksa anak-anak untuk masuk,” tukas Apiaty.

Komisaris Utama PSM Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin juga menilai Makassar masih tertinggal soal pendidikan. Siswa saat ini dinilai kurang dalam hal pendidikan karakter.

“Yang kita juga mau ajarkan kepada anak-anak kita adalah bagaimana karekter dan akhlaknya, bagaimana menaati aturan yang ada. Itu yang kurang,” ucapnya.

Ketua Golkar Makassar ini juga memandang bahwa perda penyelenggaraan pendidikan perlu diterapkan lebih baik lagi. Tidak hanya untuk dibaca.

“Bahasanya sangat indah tapi implementasinya yang kurang. Kita butuh penerapannya yang baik sehingga pendidikan kita bagus,” lanjut Appi.

Prof Syamsuddin Hasan yang juga selaku narasumber sosialisasi perda juga menilai hal yang sama terjadi pada pendidikan tinggi. “Di pendidikan tinggi, di kampus juga sama, ada uang ada kualitas,” ujarnya.

“Sama seperti modal di usaha, kampus juga butuh anggaran untuk peningkatan kualitas. Makanya di sekolah pun perlu dianggarkan seperti kesejahteraan guru,” tukas Prof Syamsuddin. (*)

Penulis : Ardy

 Komentar

Berita Terbaru
News05 Mei 2026 13:15
Sekda Tekankan Akhiri Ego Sektoral, Semua OPD Wajib Ambil Peran Jelas
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan standar operasional prosedur (SOP) terpadu penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (...
Politik05 Mei 2026 13:01
Vonny Ameliani Suardi Segera Dilantik, Dinamika Internal KNPI Sulsel Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, dijadwalkan segera dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemu...
Parlemen05 Mei 2026 12:47
DPRD Papua Barat Daya Dalami Skema Proyek Multiyears di Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat Daya melakukan kunjungan kerja ke DPRD Sulawesi Selatan guna mendalami skem...
Politik04 Mei 2026 23:03
PSI Selayar Tancap Gas Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Desa
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Putriana, terus mengint...