Trotoar.id, Luwu Utara — Kabupaten Luwu Utara, yang merupakan salah satu daerah terluas di Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas mencapai 7.422,41 km², menawarkan potensi investasi yang menarik, terutama di sektor pertanian.
Sebagaimana diketahui, sektor pertanian di Luwu Utara berkontribusi paling besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan persentase mencapai 49,97%.
Pendapatan per kapita pelaku ekonomi di Luwu Utara juga mencapai Rp48,96 juta per orang per tahun atau sekitar Rp4,08 juta per orang per bulan.
Baca Juga :
Melihat potensi ini, Bupati Luwu Utara, melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida), H. Aspar, mengajak para saudagar Tanah Air dan penggiat ekonomi untuk berinvestasi di Luwu Utara.
“Kami mengajak para pelaku dan penggiat ekonomi, yaitu para saudagar di Tanah Air untuk berinvestasi di Luwu Utara,” ujar Aspar saat menjadi narasumber dalam acara Temu Saudagar dalam rangka peringatan Hari Jadi Luwu dan Perlawanan Rakyat Luwu di Kota Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Dalam pemaparannya, Aspar mencantumkan beberapa bentuk investasi yang telah memenuhi syarat untuk bekerja sama dengan badan usaha atau melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Investasi yang ditawarkan dalam bentuk KPBU antara lain Kawasan Industri Tanalili dengan nilai investasi mencapai Rp750 miliar, Rice Milling Unit (RMU) sebesar Rp120 miliar, Kawasan Agropolitan Sukamaju senilai Rp131,75 miliar, dan Taman Budaya dengan nilai investasi mencapai Rp40,62 miliar.
Semua bentuk investasi ini telah dilengkapi dengan aspek pendukung seperti regulasi, lahan milik pemerintah, potensi yang mendukung, dan berbagai fasilitas lainnya. “Kita sudah siapkan regulasi, lahan yang merupakan aset pemerintah, potensi yang mendukung, dan beberapa fasilitas lainnya,” tegasnya.




Komentar