Trotoar.id, Makassar – Persiapan menuju Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin memasuki tahap yang menarik perhatian publik. Salah satu nama yang muncul dengan potensi kuat untuk bertarung dalam pilgub Sulsel adalah Andi Sudirman Sulaiman.
Terkait pasangannya, banyak yang memperkirakan bahwa Mohammad Ramdhan Danny Pomanto, atau akrab dipanggil Danny Pomanto, akan menjadi pilihan yang tepat.
Andi Sudirman Sulaiman, yang dikenal sebagai politisi yang berpengalaman dan memiliki jejak rekam yang kuat dalam pembangunan daerah, dinilai memiliki potensi besar untuk memimpin Sulsel ke arah yang lebih baik.
Baca Juga :
Dengan latar belakangnya sebagai Mantan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dianggap memiliki visi dan misi yang jelas dalam mewujudkan kemajuan Sulsel.
Pemilihan Danny Pomanto sebagai pasangan Andi Sudirman Sulaiman juga menjadi sorotan.
Danny Pomanto, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Makassar dan dikenal dengan keberhasilannya dalam mendorong berbagai program pembangunan dan inovasi di Kota Makassar, dianggap sebagai sosok yang dapat melengkapi kekuatan Andi Sudirman Sulaiman dalam memimpin Sulsel.
Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki oleh kedua tokoh ini, pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Danny Pomanto diyakini akan menjadi pesaing serius dalam pilgub Sulsel.
Diharapkan, mereka dapat menyajikan visi yang jelas dan solusi yang konkret untuk memajukan Sulawesi Selatan ke masa depan yang lebih gemilang.
Masyarakat Sulsel diharapkan dapat memberikan dukungan dan partisipasi aktif dalam proses pemilihan, serta melakukan pemilihan dengan bijaksana untuk kepentingan bersama dan kemajuan daerah.
Dorektur Nurani Strategi Nurmal Idrus menilai, secara geopolitik, pasangan Ass-DP sangat cocok jika dipasangkan dalam pemilihan kepala daerah.
DP dianggap memiliki basis kuat di kota Makassar dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta, sementara Ass berbasis di Bosowa dan sebagian jazirah Tengah Sulsel.
“ Kedua pasangan ini memiliki kelebihan yang signifikan karena didukung oleh dua partai besar, yakni Gerindra dan PDIP.” Kata normal
Namun, dukungan dari partai besar tersebut juga menjadi ancaman bagi penyatuan keduanya karena secara nasional PDIP dan Gerindra memiliki keberpihakan politik yang berseberangan.
Meskipun demikian, kecocokan antara Ass dan DP tidak hanya terlihat dari sisi geopolitik, tetapi juga dari kesamaan visi dan misi mereka dalam pembangunan daerah Sulawesi Selatan.
Ass, dengan basisnya di Bosowa dan sebagian jazirah Tengah Sulsel, memiliki pengalaman yang luas dalam mengelola wilayah tersebut. Sedangkan DP, yang berbasis di Makassar, telah terbukti memiliki komitmen kuat dalam memajukan kota tersebut.
Dukungan dari dua partai besar, Gerindra dan PDIP, juga memberikan keuntungan besar bagi pasangan ini dalam menggalang dukungan massa dan sumber daya yang cukup kuat.
Namun, tantangan terbesar bagi mereka adalah bagaimana mengelola perbedaan politik antara PDIP dan Gerindra, sehingga dapat menjaga keutuhan dan kestabilan koalisi mereka di tingkat lokal.
Dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks, Ass dan DP perlu menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan kedua partai pendukung mereka.
Dengan demikian, mereka dapat mengatasi perbedaan politik dan fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.




Komentar