Pemprov Sulsel

Inflasi Sulsel Lebih Rendah Dari Nasional

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 02 Agustus 2024 15:22

Ilustrasi inflasi ekonomi.
Ilustrasi inflasi ekonomi.

Trotoar.id, Makassar – Tingkat inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada bulan Juli 2024 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi nasional.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel pada Kamis, 1 Agustus 2024, inflasi Sulsel berada di angka 1,74 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,13 persen.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengungkapkan bahwa pengendalian inflasi di Sulsel menunjukkan hasil yang positif. 

“Tingkat inflasi tahunan di Sulsel mencapai 1,74 persen, sementara tingkat inflasi nasional berada di 2,13 persen. Ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di Sulsel cukup efektif karena berada di bawah rata-rata nasional,” ujar Aryanto.

Aryanto juga menjelaskan bahwa deflasi bulanan (month to month) Sulsel pada Juli 2024 tercatat sebesar -0,18 persen, dan inflasi sejak awal tahun (year to date) berada pada angka 0,65 persen. 

Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Sulsel pada bulan Juli tercatat di angka 105,65, yang merupakan hasil dari pengukuran di delapan daerah sampel di provinsi ini

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi tahun ke tahun (year on year) dengan andil sebesar 0,96 persen, di mana beras menjadi komoditas utama yang mempengaruhi kenaikan harga. 

Selain itu, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menyumbang 0,34 persen inflasi, dengan emas perhiasan sebagai komoditas penyumbang terbesar. 

Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran juga berkontribusi sebesar 0,10 persen, dengan nasi beserta lauknya menjadi komoditas utama.

Secara geografis, inflasi yoy tertinggi di Sulsel pada Juli 2024 terjadi di Kota Parepare dengan tingkat inflasi sebesar 2,22 persen dan IHK sebesar 106,29. Sebaliknya, Kabupaten Wajo mencatat inflasi yoy terendah sebesar 1,46 persen dengan IHK sebesar 105,72.

Menariknya, dari delapan daerah yang dijadikan sampel, tujuh kabupaten/kota di Sulsel mengalami deflasi secara bulanan (month to month). 

Kabupaten Wajo mencatat deflasi tertinggi sebesar -0,58 persen, diikuti oleh Kota Parepare sebesar -0,47 persen, dan Kota Palopo sebesar -0,29 persen. Satu-satunya daerah yang mengalami inflasi bulanan adalah Kabupaten Luwu Timur, dengan tingkat inflasi sebesar 0,27 persen.

Secara lebih rinci, berikut adalah data deflasi dan inflasi bulanan untuk delapan daerah sampel di Sulsel: Kabupaten Bulukumba mencatat deflasi sebesar -0,12 persen, Watampone -0,28 persen, Kabupaten Wajo -0,58 persen, Kabupaten Sidrap -0,01 persen,

Kota Makassar -0,15 persen, Kota Parepare -0,47 persen, Kota Palopo -0,29 persen, dan Kabupaten Luwu Timur mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen11 Mei 2026 21:33
Sorotan Dapur MBG di Sulsel, Legislator Gerindra Desak Standarisasi Ketat dan Evaluasi Menyeluruh
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Nirawati, melontarkan kritik tajam terhadap pengelol...
Metro11 Mei 2026 21:29
Bupati Andi Utta Pesan Jemaah Haji Bulukumba Saling Menolong dan Jaga Kebersamaan
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) asal Bulukumba di Aula ...
Metro11 Mei 2026 21:25
Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Makassar Dilanjutkan Tanpa Ulang Proses
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memastikan proses seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar akan segera memasuki ta...
Metro11 Mei 2026 17:21
Progres MYP Jalan Sulsel Capai 60 Persen, Ruas Hertasning–Bili-Bili Dikebut
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui skema Multiyears Project (MYP)...