Bulukumba, Trotoar.id – Ardiansyah R, Supervisor Riset di eLSTUDIKA Indonesia, mengungkapkan potensi kemenangan yang cukup signifikan bagi pasangan Jamaluddin M. Syamsir (JMS) dan Tomy Satria Yulianto (TSY) di Pilkada Bulukumba 2024.
Berdasarkan dinamika politik dan hasil pemilihan sebelumnya, Ardiansyah menilai pasangan nomor urut 1 ini memiliki peluang besar untuk mengubah peta suara.
Pada Pilkada Bulukumba 2020, pasangan Andi Muchtar Ali Yusuf dan Edy Manaf berhasil meraih kemenangan dengan 39,2% suara, diikuti oleh pasangan H. Askar HL dan Arum Spink di posisi kedua dengan 28,6% suara.
Baca Juga :
Tomy Satria Yulianto yang saat itu maju bersama Andi Makkasau memperoleh 26,9% suara, sementara Andi Hamzah Pangki dan A. Murniyati hanya meraih 5,3% suara.
Namun, Ardiansyah menyoroti perubahan signifikan di Bulukumba Timur. Pada Pilkada 2020, pasangan A. Muchtar unggul di wilayah ini, namun dengan JMS sebagai putra asli Kajang, terdapat potensi besar untuk merebut suara dominan di empat kecamatan di Bulukumba Timur, yaitu Kajang, Herlang, Bontotiro, dan Bontobahari.
Faktor kedaerahan menjadi elemen kunci dalam kontestasi ini. Sejarah menunjukkan bahwa kandidat bupati dari Bulukumba Timur selalu memperoleh dukungan suara signifikan dari wilayah tersebut.
Misalnya, Zainuddin dari Bontotiro menang pada Pilkada 2009 dan Kahar Muslim pada 2014. Berdasarkan tren ini, JMS berpotensi meraih dukungan kuat dari pemilih di Bulukumba Timur.
Selain itu, pada Pilkada 2020, Tomy Satria berhasil menempati posisi kedua di beberapa kecamatan, termasuk Bulukumpa dan Rilau Ale, dengan selisih suara yang relatif kecil.
Hal ini menunjukkan bahwa JMS-TSY memiliki basis pendukung yang solid di wilayah strategis tersebut.
Di kecamatan Gantarang dan Kindang, yang memiliki jumlah pemilih terbesar, persaingan diprediksi akan sengit.
Dukungan dari tokoh berpengaruh seperti A. Mattampawali, saudara dari mantan Bupati A. Sukri Sappewali, juga diperkirakan akan memperkuat daya tarik pasangan “JADIMI”.
Kehadiran tokoh lokal dengan pengaruh luas di komunitas diyakini dapat meningkatkan legitimasi JMS-TSY di mata pemilih.
Pilkada Bulukumba 2024 juga menjadi lebih menarik dengan bergabungnya beberapa tokoh penting dari Pilkada 2020 ke kubu “JADIMI”, seperti Arum Spink, Andi Hamzah Pangki, A. Murniyati, dan pendukung almarhum H. Askar.
Kombinasi dukungan ini memperluas jangkauan politik JMS-TSY, terutama karena Tomy Satria sebagai kandidat bupati pada pemilihan sebelumnya sudah memiliki basis pendukung ideologis yang tersebar di 10 kecamatan.
Menurut Ardiansyah, jika pasangan JMS-TSY mampu memanfaatkan basis suara dan jaringan dukungan dari tokoh-tokoh Pilkada 2020 serta fokus pada interaksi langsung dengan masyarakat, mereka dapat menarik pemilih baru dan memperkuat posisi mereka di Pilkada 2024.
Narasi yang kuat dan program-program yang relevan akan menjadi kunci dalam memenangkan hati pemilih Bulukumba. (*)




Komentar