Pilkada Bantaeng

Pengacara Korban Penganiayaan di Pantai Marina Minta Nurdin Abdullah Dijadidkan Saksi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 09 Oktober 2024 15:46

Prof NA (berkacamata) di antara rombongan kampanye paslon 01 UJI-SAH saat terjadi penganiayaan petuas portal Pantai Marina, Sabtu (3/10/2024).
Prof NA (berkacamata) di antara rombongan kampanye paslon 01 UJI-SAH saat terjadi penganiayaan petuas portal Pantai Marina, Sabtu (3/10/2024).

Bantaeng, Trotoar.id – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Aprianto Putra, petugas portal Pantai Marina, yang diduga melibatkan rombongan massa kampanye dari pasangan calon (paslon) nomor urut 01

Aprianto diperiksa sebagai saksi korban oleh kepolisian di Polres Bantaeng pada Selasa (8/10/2024), dengan didampingi tim penasihat hukum dari Kantor Hukum JTM & Partners.

Penasihat hukum Aprianto, Jumadi TM, SH, MH, mengungkapkan bahwa pemeriksaan korban berlangsung lebih dari tiga jam dan kesaksian yang diberikan memperkuat bukti untuk melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Baca Juga  Semangat Hari Kartini, Wabup Nurkanaah Ajak Perempuan Sidrap Berperan Aktif

“Keterangan saksi korban sudah jelas dan konsisten dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kami juga memiliki alat bukti yang mendukung agar kasus ini segera naik ke penyidikan,” kata Jumadi.

Menurut Jumadi, kejadian penganiayaan bermula pada Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 13.00 WITA, ketika Aprianto, yang bertugas di portal masuk Pantai Marina, berusaha menahan rombongan massa kampanye Paslon nomor urut 01

Baca Juga  Kuras Isi ATM Milik Temannya, Mahasiswi Cantik di Bone Ditangkap Resmob

Sekitar 100 orang dari rombongan tersebut ingin masuk tanpa membayar tiket retribusi yang diatur dalam Perda Bantaeng.

Rombongan sempat tertahan selama satu jam sebelum Prof. Nurdin Abdullah, mantan Gubernur Sulsel sekaligus ayah calon Bupati Bantaeng nomor urut 01, muncul di tengah kerumunan dan bertanya kepada Aprianto mengapa rombongan dilarang masuk. Dalam pernyataannya, Prof. Nurdin Abdullah menyebutkan,

Baca Juga  Bergerak 1912 Fastabiqul Khaerat Resmi Dideklarasikan, Fokus Menangkan Ilham-Nurkanita dan Garap Generasi Z

“Saya yang bangun tempat ini, sampaikan ke bupati (petahana), Ilham, dia hanya memetik hasilnya.”

Beberapa saat setelah pernyataan tersebut, penganiayaan terhadap Aprianto terjadi. Menurut kesaksian, salah satu anggota rombongan memukul pelipis

Penulis : Eka/RLS

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...