Makassar, Trotoar.id – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, hadir dalam acara asistensi penerapan transaksi non tunai atau Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI di Orchard Hotel, Jakarta, pada Selasa (29/10).
Acara yang dibuka oleh Dr. Hendriwan, M.Si, selaku Direktur Pendapatan Daerah Dirjen Bina Keuangan Daerah, menekankan pentingnya penerapan ETP untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Dr. Hendriwan mendorong Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) agar terus meningkatkan akuntabilitas serta transparansi, yang diharapkan dapat mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga :
Firman Hamid Pagarra menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan sinergi antara instansi dalam mencapai target pendapatan pajak daerah yang telah ditentukan.
Menurutnya, perluasan transaksi pajak dan retribusi daerah melalui ETP dapat meningkatkan transparansi dan efektivitas penerimaan.
“Sejak 2022, Pemerintah Kota Makassar melalui Bapenda telah meluncurkan PAKINTA (Pajak Terintegrasi dan Terdigitalisasi) untuk meningkatkan pelayanan publik serta mendorong partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak,” ujar Firman.
Melalui asistensi ini, diharapkan dapat dihasilkan langkah-langkah konkret dalam penerapan elektronifikasi transaksi yang dapat diimplementasikan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu meningkatkan PAD secara signifikan, memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah.




Komentar