Pilkada Serentak

Pengaruh Money Politik di Pilkada Makassar 2024 Capai 48,3 Persen, Survei LSI Ungkap Dampaknya

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 25 November 2024 17:11

Pengaruh Money Politik di Pilkada Makassar 2024 Capai 48,3 Persen, Survei LSI Ungkap Dampaknya

Makassar, Trotoar.id Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingginya pengaruh money politik dalam Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Makassar 2024.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 10-16 November 2024, sebanyak 48,3 persen responden mengakui bahwa politik uang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih calon wali kota.

Dari angka tersebut, 20 persen responden menyatakan bahwa money politik sangat berpengaruh, sementara 28,3 persen lainnya menyebutkan bahwa pengaruhnya cukup besar.

Di sisi lain, 16,4 persen responden mengaku bahwa pengaruh politik uang kurang berpengaruh, sementara 33,3 persen menganggapnya tidak berpengaruh sama sekali. Sejumlah 2 persen lainnya memilih untuk tidak memberikan tanggapan.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, mengungkapkan bahwa angka tersebut menggambarkan betapa kuatnya pengaruh politik uang di Kota Makassar.

“Tercatat 48,3 persen publik menilai bahwa politik uang sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan mereka,” ujar Toto.

Metodologi Survei

Survei yang dilakukan menggunakan metode multistage random sampling ini melibatkan 800 responden dengan margin of error 3,5 persen.

Hasil ini memberikan gambaran tentang bagaimana politik uang berperan dalam membentuk perilaku pemilih, terutama di kalangan pemilih dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang lebih rendah.

Penerimaan Money Politik di Kalangan Pemilih

LSI mencatat bahwa politik uang lebih dominan mempengaruhi pemilih dengan latar belakang pendidikan rendah dan ekonomi menengah ke bawah.

Mereka lebih cenderung menerima uang atau barang sebagai kompensasi dalam proses pemilihan. Toto menambahkan, sekitar 46,4 persen publik menganggap praktik money politik itu wajar.

“Ini menunjukkan bahwa banyak pemilih yang melihat pemberian uang sebagai alasan sah untuk memilih,” jelasnya. Angka ini, menurutnya, bisa meningkat lebih tinggi saat uang tersebut sudah berada di tangan pemilih.

Tantangan dalam Menjaga Integritas Pemilu

Fenomena ini menciptakan tantangan besar dalam menjaga integritas Pilkada yang jujur dan adil.

Toto mengingatkan bahwa money politik tidak hanya merusak kualitas demokrasi, tetapi juga menciptakan ketidaksetaraan antar calon.

“Money politik sering kali digunakan untuk membeli suara, yang tentunya merusak tatanan demokrasi dan menguntungkan pihak tertentu yang memiliki akses terhadap sumber daya finansial,” tegasnya.

Kecenderungan Diam dan Tak Melapor
Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa banyak pemilih yang menerima politik uang memilih untuk diam dan tidak melaporkannya, dengan alasan ketidakpastian hukum dan takut kehilangan bantuan di masa depan.

Namun, meskipun pengaruh money politik cukup besar, sekitar 54 persen pemilih mengaku lebih memilih untuk menilai calon berdasarkan program, visi, dan misi mereka.

Upaya Pengawasan Bawaslu
Menanggapi hasil survei ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik money politik.

Rina Sari, anggota Bawaslu Makassar, mengingatkan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat agar mereka semakin bijak dalam memilih dan memahami pentingnya hak pilih yang bebas dan tidak terpengaruh oleh iming-iming materi.

“Praktik money politik tidak hanya merusak tatanan demokrasi, tetapi juga menciptakan ketidakadilan sosial,” ujarnya.

Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Meskipun masih ada angka signifikan yang terpengaruh oleh money politik, survei juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif praktik tersebut.

Diharapkan dengan terus dilakukannya sosialisasi dan edukasi mengenai politik yang sehat, masyarakat Makassar akan semakin bijak dalam menggunakan hak pilih mereka dalam Pilkada yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Temuan ini menjadi peringatan bagi semua pihak, baik calon pemimpin, partai politik, maupun masyarakat, untuk berperan dalam memastikan Pilkada Makassar yang lebih bersih, jujur, dan adil.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional27 Juli 2026 18:20
Di Balik Penutupan 833 Dapur MBG: Ketika Standar Gizi Tak Bisa Ditawar
Trotoar.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digagas pemerintah sebagai salah satu investasi terbesar untuk membangun kualitas sumber daya ma...
Daerah27 Juli 2026 14:55
Bupati Andi Utta Apresiasi Tiga OPD Berprestasi, Pelayanan Publik Bulukumba Raih Predikat Kualitas Tinggi dari Ombudsman
Bulukumba, Trotoar.id – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan penghargaan kepada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhasil...
Metro27 Juli 2026 14:02
Appi: Pemerintah Hanya Fasilitator, Creative Hub Harus Dikembangkan Anak Muda
MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Kota Makassar kembali memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui peluncuran Makassar...
Metro27 Juli 2026 13:46
Apresiasi Munafri, Komdigi Siap Perkuat Ekosistem Digital di MCH Nabuka Nusantara
Makassar, Trotoar.id – Peresmian Makassar Creative Hub (MCH) Nabuka Nusantara di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Minggu (26/7/2026), tidak hanya me...