Makassar, Trotoar.id – Staf Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono, menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan kerja Wakil Ketua DPRD Sulsel, Supriadi Arif, di Jakarta.
“Sulawesi Selatan menjadi kebanggaan nasional karena merupakan salah satu provinsi di Kawasan Timur Indonesia yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan,” ujar Mardiono, seperti disampaikan oleh Supriadi.
Baca Juga :
Sebagai salah satu produsen pangan terbesar di Indonesia, Sulawesi Selatan mencatatkan pencapaian signifikan di sektor pertanian.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, provinsi ini memproduksi 5,3 juta ton gabah kering giling, setara dengan 3 juta ton beras.
Dengan kebutuhan beras masyarakat Sulsel hanya sekitar 1 juta ton per tahun, provinsi ini mencatat surplus hingga 2 juta ton, menjadikannya salah satu penyangga utama kebutuhan pangan nasional.
Kabupaten Wajo menjadi penyumbang terbesar dalam produksi padi Sulsel, dengan total produksi hampir 1 juta ton pada tahun 2023, yang menyumbang 24% dari total produksi provinsi.
Selain itu, Kabupaten Soppeng juga mencatat kemajuan signifikan di sektor pertanian dan perikanan, memperkuat posisi Sulsel dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
Mardiono mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produktivitas dan inovasi di sektor pangan, mengingat Sulsel merupakan provinsi ketiga terbesar di Indonesia dalam kontribusi ketahanan pangan.
“Peran strategis Sulawesi Selatan harus terus dijaga untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Supriadi Arif, menegaskan komitmen daerahnya untuk mempertahankan posisi sebagai salah satu provinsi dengan surplus pangan terbesar di Indonesia.
“Kami akan terus mendorong peningkatan hasil produksi dan menjaga konsistensi kualitas, sehingga Sulsel dapat terus berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” tutupnya.




Komentar