Makassar, Trotoar.id — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) XII Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang digelar bersamaan dengan Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) di Kota Makassar.
Ia didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Sufriadi Arif, Yasir Machmud, serta anggota DPRD lainnya, Heriwawan, M.I.Kom.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan para tokoh dan perantau asal Sulawesi Selatan dari seluruh penjuru Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, anggota DPD RI Tamzil Linrung, serta Pembina KKSS Aksa Mahmud.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan pidato kebudayaan yang menggugah, menyoroti nilai-nilai filosofis di balik semangat merantau masyarakat Bugis-Makassar.
Ia menjelaskan bahwa salah satu nilai utama yang mendorong mobilitas orang Bugis-Makassar adalah “siri’” atau harga diri.
Namun, ia mengingatkan pentingnya penyaringan nilai tersebut agar tidak bertentangan dengan ajaran agama dan kemanusiaan.
“Siri’ yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam harus kita tinggalkan. Namun siri’ yang menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat karakter, dan mengangkat martabat, itulah yang harus kita pelihara,” tegas Prof. Nasaruddin.
Kegiatan Mubes dan PSBM ini diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat solidaritas warga perantauan asal Sulsel, memperkuat jejaring usaha, serta merumuskan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan nasional.
Kehadiran pimpinan DPRD Sulsel dalam acara ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran komunitas perantauan dalam memajukan Sulawesi Selatan.



Komentar