Makassar, Trotoar.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Makassar akan segera menggelar Musyawarah Kecamatan Luar Biasa (Muscamlub) di delapan kecamatan yang saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Ketua.
Agenda ini menjadi langkah strategis partai untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat kecamatan menjelang tahun politik.
Sekretaris DPD Golkar Makassar, Suharmika, mengungkapkan rencana tersebut usai rapat pengurus harian terbatas bersama sejumlah wakil ketua dan koordinator wilayah (korwil) dari masing-masing daerah pemilihan (dapil), Sabtu (12/4).
Baca Juga :
“Dalam rapat tadi, kami menyepakati pelaksanaan Muscamlub dalam waktu dekat, dengan melibatkan para korwil dan wakil ketua dari tiap dapil sebagai bagian dari proses konsolidasi internal,” jelas Suharmika.
Ia menambahkan bahwa panitia seleksi telah dibentuk untuk melakukan penjaringan calon ketua definitif di tiap kecamatan.
Proses ini, lanjut Suharmika, akan dilakukan secara ketat dan transparan demi mendapatkan figur yang benar-benar mumpuni.
“Panitia seleksi akan bekerja secara intensif dengan berkoordinasi di masing-masing kecamatan dan korwil. Tujuannya jelas, mencari kader terbaik yang mampu memimpin dan membesarkan Golkar di wilayahnya,” ujar Suharmika.
Terkait waktu pelaksanaan, Suharmika menyebutkan bahwa Muscamlub ditargetkan berlangsung dalam bulan April 2025.
Namun, kepastian jadwal tetap menyesuaikan dengan dinamika internal dan agenda Ketua DPD Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Makassar.
“Kita upayakan Muscamlub rampung bulan ini, tapi tentu menyesuaikan dengan situasi dan agenda organisasi,” tambahnya.
Adapun delapan kecamatan yang akan menggelar Muscamlub meliputi Tamalanrea, Panakkukang, Manggala, Rappocini, Makassar, Tamalate, Sangkarrang, dan Ujung Tanah.
Suharmika menegaskan, proses penjaringan calon ketua akan berpegang teguh pada prinsip PD 2LT, yakni Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela.
Selain itu, ia memastikan bahwa mekanisme Muscamlub akan berjalan independen tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Kita ingin proses ini murni dan menjadi bagian dari regenerasi internal yang sehat. Tidak boleh ada intervensi dari luar. Ini urusan rumah tangga partai,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat basis Partai Golkar di akar rumput, sekaligus menjadi pijakan awal menghadapi Pilkada serentak yang akan datang.



Komentar