Pemkot Makassar

Munafri Tinjau Pasar Summarecon, Siap Jadikan Percontohan Transformasi Pasar Tradisional Modern

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 14 Mei 2025 19:24

Munafri Tinjau Pasar Summarecon, Siap Jadikan Percontohan Transformasi Pasar Tradisional Modern

Makassar, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung pasar modern di kawasan Summarecon, Kecamatan Biringkanaya, Rabu (14/5/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Munafri menyatakan pasar tersebut layak dijadikan percontohan pengembangan pasar tradisional modern di Makassar.

Pasar Summarecon dinilai memiliki standar kebersihan, kenyamanan, dan tata ruang yang ideal bagi masyarakat.

“Penataannya rapi, sanitasinya baik, dan suasananya nyaman. Ini bisa menjadi contoh bagaimana pasar tradisional bisa dikembangkan tanpa kehilangan fungsinya,” ujar Munafri yang akrab disapa Appi.

Kunjungan ini dilakukan usai Munafri menghadiri kegiatan penyerahan bantuan mangrove dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Makassar.

Menurut Appi, meski pasar tersebut masih dalam tahap bangunan sementara, namun konsep dan pengelolaannya sangat menjanjikan.

Saat ini terdapat lebih dari 40 tenant aktif di pasar tersebut, dan rencananya akan dikembangkan hingga seluas 3.000 meter persegi untuk menampung lebih banyak pedagang.

“Ke depan, kita ingin ubah stigma pasar tradisional yang kumuh dan pengap. Kita akan mulai secara bertahap, satu per satu pasar kita benahi menjadi pasar modern, bersih, dan layak,” katanya.

Sebagai langkah awal, Appi menyebut Pasar Toddopuli di Kecamatan Panakkukang akan menjadi lokasi pertama yang menerapkan konsep ini.

Ia menekankan pentingnya zonasi yang jelas di dalam pasar, seperti area basah, zona makanan, dan produk daging, serta adanya petugas kebersihan khusus.

“Bangunan pasar bisa sederhana, cukup menggunakan hanggar dengan warna putih yang bersih dan fungsional,” jelasnya.

Untuk mendukung program transformasi pasar ini, Munafri mendorong Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya sebagai sektor penggerak utama.

Sumber pendanaan bisa berasal dari penyertaan modal Pemerintah Kota melalui APBD, dengan estimasi biaya antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar per pasar.

“Yang terpenting perencanaannya matang dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan daya saing pasar tradisional,” tegas Munafri.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menghadirkan pasar-pasar yang tidak hanya bersih dan nyaman, tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro03 September 2026 23:57
Logo HUT ke-419 Makassar Tak Bisa Asal Jadi, Desainer Wajib Lolos Seleksi Portofolio
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar tidak ingin logo Hari Jadi ke-419 Kota Makassar lahir sekadar dari kompetisi desain. Tahun ini, pros...
Metro03 September 2026 23:51
Gubernur Sulsel Beber 4 Keunggulan MYP Rp3,7 Triliun: Kualitas Terjaga, Anggaran Lebih Efisien
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengandalkan skema Multi Years Project (MYP) untuk mengejar ketuntasan pembangunan infra...
Metro03 September 2026 23:40
Jembatan Kembar Barombong Dikebut Appi, Tiga Bidang Lahan Masih Diperebutkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Keinginan Pemerintah Kota Makassar mempercepat pembangunan Jembatan Kembar Barombong kembali berhadapan dengan persoalan klas...
Metro03 September 2026 23:36
Bupati Sidrap Pangkas Anggaran Tak Bermanfaat, APBD Perubahan 2026 Harus Kembali ke Rakyat
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memberikan penekanan keras dalam penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran...