Luwu Utara, Trotoar.id — Kabar menggembirakan datang bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk bulan Februari dan Maret 2025 dipastikan segera dicairkan.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dalam apel pagi bersama jajaran ASN di halaman kantor bupati, Senin lalu.
Dalam sambutannya, Bupati mengawali dengan mengingatkan bahwa TPP yang diterima ASN baru dibayarkan untuk bulan Januari.
Baca Juga :
“Saya tahu TPP Bapak-Ibu sekalian baru dibayarkan untuk Januari. Karena itu, saya putuskan untuk membayarkan TPP bulan Februari dan Maret secepatnya,” ujar Bupati disambut tepuk tangan meriah para ASN.
Bupati Andi Rahim menegaskan bahwa kesejahteraan ASN menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, pelayanan publik tidak akan maksimal jika pegawai tidak berada dalam kondisi sejahtera.
“Sebagai pemerintah, kita punya kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tapi saya juga sadar, ASN yang tidak sejahtera tentu sulit memberikan pelayanan optimal,” lanjutnya.
Dengan jumlah ASN mencapai sekitar 7.000 orang, Bupati menyatakan bahwa kewajiban pemerintah terhadap pegawainya harus dituntaskan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kinerja birokrasi.
“Kita harus selesaikan dulu apa yang menjadi kewajiban daerah kepada pegawainya, agar mereka bisa bekerja lebih baik dan melayani masyarakat secara maksimal,” tegasnya.
Tak hanya memberikan kabar baik soal pencairan TPP, Bupati juga menyampaikan harapan agar peningkatan kesejahteraan ASN dapat sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya ingin setiap rupiah yang diberikan kepada pegawai bisa berbanding lurus dengan pelayanan yang diterima masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Sejak memimpin Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim dikenal konsisten dalam memperhatikan kesejahteraan ASN.
Komitmen tersebut terus ia wujudkan melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada pegawai, termasuk dalam realisasi TPP yang rutin menjadi perhatian.




Komentar