Pemprov Sulsel

Gubernur, DPRD dan Aktivis Lingkungan Respon kebocoran Pipa Minyak Hitam PT Vale di Luwu Timur

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 25 Agustus 2025 17:54

Gubernur, DPRD dan Aktivis Lingkungan Respon kebocoran Pipa Minyak Hitam PT Vale di Luwu Timur

Makassar, Trotoar.id – Kebocoran pipa minyak hitam yang diduga milik PT Vale di Kabupaten Luwu Timur mendapat sorotan serius dari berbagai pihak.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, legislator DPRD Sulsel, hingga aktivis lingkungan menegaskan perlunya langkah cepat untuk mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Gubernur Andi Sudirman menyebut, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran serta dampaknya terhadap ekosistem alam, pertanian, dan kehidupan masyarakat di sekitar Danau Towuti.

“Kita harus melakukan identifikasi mengenai dampak kebocoran pipa minyak hitam tersebut. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Gubernur, Senin (25/8/2025)

Baca Juga  Soal Irigasi Bupati Sidrap Koordinasi Langsung ke Kementerian PUPR

Hal senada disampaikan Fadriyati AS, politisi Partai Demokrat asal Dapil Luwu Raya yang juga anggota Banggar DPRD Sulsel. Ia mendesak PT Vale segera bertindak untuk mengatasi kebocoran tersebut.

“Kita harap PT Vale segera mengatasi kebocoran ini, jangan sampai meluas dan merugikan masyarakat. Apalagi sudah ada laporan sejumlah persawahan mulai rusak akibat tercemar minyak hitam,” tegas Fadriyati.

Baca Juga  Selain 14 Orang Yang Diamankan, KPK Juga Menyita Uang Senilai Ratusan Juta

Ia menambahkan, jika tidak segera ditangani, petani yang menggantungkan hidup dari aliran sungai akan menjadi pihak paling terdampak.

Sorotan juga datang dari aktivis lingkungan. Ketua Forum Komunitas Hijau, Ahmad Yusran, menilai kebocoran ini bukan sekadar kecelakaan teknis, melainkan bentuk pelanggaran hukum lingkungan yang serius.

“Gakkum KLHK diminta tidak menutup mata. Ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan pencemaran lingkungan yang harus ditindak tegas,” kata Yusran.

Ia menjelaskan dampak kebocoran minyak hitam tersebut bersifat kompleks dan berlapis, mencakup:

  1. Dampak lingkungan: minyak menutupi permukaan tanah, meracuni mikroorganisme penyubur, menyebar melalui irigasi, hingga mengancam ekosistem Danau Towuti.
  2. Dampak biota: tanaman padi terkontaminasi, hewan kecil mati, dan rantai makanan terganggu.
  3. Dampak sosial-ekonomi: petani di Desa Asuli, Lioka, dan sekitarnya berpotensi gagal panen, dengan kerugian ekonomi langsung yang signifikan.
  4. Dampak kesehatan: polusi udara dan potensi kontaminasi air bersih dapat memicu gangguan pernapasan dan penyakit kulit.
Baca Juga  DPRD Sulsel dan Deputi BIN-BGN Gelar Vicon, Bahas Optimalisasi Program Makanan Gizi Gratis
Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro23 Oktober 2026 11:30
Sekda Kolaka Utara Muhammad Idrus Raih Gelar Doktor, Kembangkan Model Pengelolaan Agribisnis Kakao Berkelanjutan
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Muhammad Idrus, meraih gelar Doktor da...
Parlemen23 Oktober 2026 11:04
IPSI Makassar Turunkan 19 Atlet, Hj Umiyati Bidik 10 Medali Emas di Porprov Sulsel 2026
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar memasang target tinggi pada P...
Politik22 Oktober 2026 22:10
Peringati HUT ke-62, Golkar Sulsel Gelar Donor Darah di Pesta Rakyat, Targetkan 100 Kantong
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD I...
Nasional25 Agustus 2025 17:54
Gubernur, DPRD dan Aktivis Lingkungan Respon kebocoran Pipa Minyak Hitam PT Vale di Luwu Timur
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendapat penilaian positif dari kelompok anak muda. Dalam Survei N...