POLDA SULSEL

Keluarga Driver Ojol yang Tewas Dianiaya Massa Tolak Restorative Justice, Minta Pelaku Dihukum Berat

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 12 September 2025 00:36

Keluarga Driver Ojol yang Tewas Dianiaya Massa Tolak Restorative Justice, Minta Pelaku Dihukum Berat

MAKASSAR, Trotoar.id – Keluarga Rusdamdiansyah alias Dandi (26), driver ojek online yang tewas dianiaya massa saat demo ricuh di Makassar, dengan tegas menolak upaya Restorative Justice (RJ) dalam penanganan kasus tersebut. Mereka meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh sepupu korban, Rusni, di hadapan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, saat kunjungan di Mapolrestabes Makassar, Kamis (11/9/2025).

“Kami mintanya pelaku dihukum yang seberat-beratnya. Saya minta, karena katanya ada anak kecil yang dibebaskan,” ujar Rusni kepada wartawan dengan suara bergetar.

Rusni menegaskan, keluarga Dandi tidak ingin ada pelaku yang lolos dari jerat hukum, termasuk mereka yang masih di bawah umur.

Baca Juga  Tujuh Pelaku Penganiayaan Driver Ojol Diringkus Polisi

Menurutnya, tindakan pengeroyokan yang menyebabkan Dandi kehilangan nyawa merupakan tindak pidana berat yang tak bisa diselesaikan hanya lewat mediasi atau damai.

“Kami tidak mau Restorative Justice. Anak-anak saya kehilangan saudara, keluarga kami kehilangan Dandi. Tidak bisa hanya diselesaikan begitu saja,” tegasnya.

Dandi tewas usai dikeroyok massa yang menuduhnya sebagai intel saat kerusuhan yang terjadi pada Jumat (29/8/2025).

Baca Juga  Ratusan Driver Gojek Mengadu Ke DPRD Sulsel, Ini Masalahnya

Kerusuhan pecah di sekitar kantor DPRD Kota Makassar dan DPRD Sulsel, di mana massa awalnya melakukan aksi unjuk rasa namun berubah menjadi anarkis.

Pengeroyokan terhadap Dandi sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial, memicu gelombang simpati dan kemarahan publik.

Sebelumnya, Polda Sulsel telah menangkap tiga pelaku pengeroyokan dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto memastikan pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memburu pelaku lainnya.

“Saat ini ada tiga orang yang sudah kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah ini bisa bertambah karena penyelidikan masih terus berjalan,” jelas Didik.

Menko Kumham Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah pusat mendukung penuh proses hukum kasus ini.

Baca Juga  Hari Pertama Masuk Kantor, Fatma: Support Pak Wali, Bentuk Tim Solid

Ia juga meminta pihak kepolisian bekerja profesional agar keadilan benar-benar ditegakkan dan keluarga korban mendapatkan kepastian hukum.

“Saya ikut berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Saya minta semua pihak yang terlibat dalam kekerasan ini diproses secara hukum tanpa pandang bulu,” tegas Yusril.

 Komentar

Berita Terbaru
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...
Metro02 November 2026 18:32
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah, PELITA Diluncurkan di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu upaya mempe...
Metro02 November 2026 16:29
Sulsel Jadi Tuan Rumah IIFS 2026, Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan mendapat momentum strategis untuk memperluas peran dalam industri halal global. Menjadi tuan rumah Indonesia...
Metro02 November 2026 16:25
Disperkim Makassar Targetkan 419 Rumah Rampung, Jadi Kado HUT ke-419 untuk Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasil...