Partai Golkar

Idrus Marham: Kader Golkar Harus Membesarkan, Bukan Menguasai Partai

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 11 November 2025 15:06

Tokoh senior Partai Golkar, Idrus Maryam menyebutkan kekalahan yang dialami partai Golkar Sulsel pada pemilu 2024 merupakan prestasi terburuk sepanjang sejarah politik di Sulsel 
Tokoh senior Partai Golkar, Idrus Maryam menyebutkan kekalahan yang dialami partai Golkar Sulsel pada pemilu 2024 merupakan prestasi terburuk sepanjang sejarah politik di Sulsel 

PEKANBARU, Trotoar.id — Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menyerukan agar seluruh kader Partai Golkar meneguhkan kembali arah perjuangan partai dengan berpijak pada paradigma “membesarkan partai”, bukan “menguasai partai”.

Pesan tersebut disampaikan Idrus saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, yang dihadiri jajaran pengurus, pimpinan daerah, dan kader dari berbagai kabupaten/kota se-Riau, Senin (10/11/2025).

Dalam pidato yang bernuansa reflektif dan sarat makna ideologis itu, Idrus Marham menilai bahwa dua paradigma tersebut membesarkan atau menguasa menjadi ujian mendasar bagi karakter politik seorang kader Golkar.

“Dalam dunia pergerakan, selalu ada dua paradigma yang saling tarik menarik: paradigma membesarkan dan paradigma menguasai. Kita harus memilih membesarkan partai, bukan menguasainya,” tegas Idrus.

Ia menjelaskan, paradigma membesarkan partai berarti menumbuhkan sikap terbuka, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan kolektif. 

Dalam kerangka ini, setiap kader dan simpatisan dipandang sebagai aset penting yang perlu dirangkul untuk memperkuat basis politik partai. 

Sebaliknya, paradigma menguasai partai, menurutnya, cenderung melahirkan sikap eksklusif dan mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan organisasi.

“Kalau yang dikejar hanya kekuasaan, maka siapa pun yang dianggap mengganggu akan disingkirkan. Akibatnya, partai menjadi kecil dan hanya diisi orang-orang yang pandai berkata ‘mantap, ketua’, tapi tanpa karya nyata,” ujarnya dengan nada tegas.

Idrus menekankan bahwa kekuatan sejati Partai Golkar terletak pada karya dan produktivitas kadernya, bukan pada figur semata.

“Kemantapan di Partai Golkar tidak diukur dari loyalitas buta, tetapi dari karya nyata untuk rakyat. Yang disebut mantap bukan yang banyak memuji, tapi yang banyak berbuat,” tandasnya.

Lebih jauh, Idrus mengaitkan pesan tersebut dengan doktrin “Karya Kekaryaan” yang telah menjadi dasar ideologi Partai Golkar sejak awal berdiri. 

Menurutnya, doktrin itu bukan sekadar slogan politik, melainkan pedoman moral untuk memastikan kehadiran partai memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Semakin banyak karya yang kita hasilkan, semakin banyak rakyat yang merasakan manfaatnya. Kepercayaan rakyat akan tumbuh dengan sendirinya, tanpa perlu kampanye besar-besaran,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, dalam situasi politik nasional yang semakin kompetitif, Golkar harus meneguhkan jati dirinya sebagai partai karya, bukan partai retorika. 

Menurut Idrus, membangun partai berarti membangun sistem yang melahirkan kader berkualitas, berpikir rasional, dan memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput.

“Kalau kita berpegang pada paradigma membesarkan partai, maka setiap kader akan merasa memiliki tanggung jawab moral memperkuat basis dukungan di daerahnya. Tapi kalau hanya ingin menguasai partai, energi kita akan habis untuk menjaga posisi, bukan membangun kekuatan,” tegasnya.

Idrus berharap Musda XI Golkar Riau menjadi momentum lahirnya model kepemimpinan baru yang berorientasi pada pelayanan publik dan penguatan nilai-nilai organisasi.

“Musda ini bukan ajang mencari kekuasaan pribadi, tapi forum menentukan arah, visi, dan gaya kepemimpinan yang menjawab tantangan zaman. Kita ingin lahir pemimpin yang visioner, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat,” tutupnya.

Musda XI Golkar Riau dihadiri sejumlah elite DPP Partai Golkar, di antaranya Wakil Ketua Umum DPP Ahmad Doli Kurnia, Ketua Bidang Organisasi Yahya Zaini, 

Ketua Bidang Pemilu Sumatera I Ilham Pangestu, Wasekjen Haris Surahman, dan Ketua Departemen MPO Achmad Annama.

Turut hadir pula anggota DPR RI asal Riau seperti Yulisman, Karmila Sari, dan Maharani, anggota DPD RI asal Riau Sewitri, serta para Ketua dan Sekretaris DPD II Partai Golkar se-Riau.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 April 2026 23:09
Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda ...
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...