LUWU UTARA, Trotoar.id — Warga Negara Maroko, Zouhir Aabirate yang telah berdomisili kurang dari lima tahun di kabupaten Luwu Utara, kini bernafas lega, setelah Pemerintah daerah menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP-el) yang dikeluarkan dinas Dukcapil Luwu Utara
Zouhir Aabirate memperoleh Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) berwarna Pink tersebut langsung dari kepala dinas Dukcapil Muhammad Kasrum Kabupaten Luwu Utara.di ruang kerjanya.
“Alhamdulillah, Rabu kemarin kami menyerahkan KTP-el kepada seorang WNA asal Maroko yang sudah lama menetap di Luwu Utara,” ujar Kasrum, Jumat (14/11/2025), di Masamba.
Kasrum menjelaskan, Zouhir telah tinggal di Luwu Utara sejak akhir 2021. Ia juga telah berkeluarga dengan seorang perempuan asal Kecamatan Sukamaju, dan kini memiliki seorang anak.
“Dia sudah punya istri orang Sukamaju dan satu anak,” ungkap mantan Kepala BPKAD Luwu Utara tersebut.
Menurut Kasrum, proses penerbitan KTP-el berjalan lancar karena seluruh dokumen persyaratan yang dibutuhkan telah lengkap.
“Setelah kami teliti, syarat untuk penerbitan dokumen berupa KTP dan KK sudah terpenuhi,” jelasnya.
Meski syarat terpenuhi, pihak Disdukcapil sempat terkendala stok blangko khusus KTP-el WNA yang berwarna oranye.
“Stok blangko tidak ada. Saya berkoordinasi dengan kadis dari Tana Toraja dan Toraja Utara. Alhamdulillah, kami dikirimkan blangko khusus WNA,” bebernya.
Setelah blangko tersedia, perekaman data dan iris mata dilakukan pada Rabu (12/11/2025), lalu dikirim ke SIAK pusat untuk diverifikasi.
“Alhamdulillah, langsung dicetak KTP-el bersamaan dengan KK-nya,” tambah Kasrum.
Pelayanan cepat dan responsif Disdukcapil Luwu Utara mendapat apresiasi besar dari Zouhir. Melalui pesan WhatsApp, ia berkali-kali memuji Kepala Disdukcapil.
“Masya Allah! Menyala, Pak Kadis,” tulisnya disertai emoticon love.
Dalam pesan lainnya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas segala pelayanan Dinas Dukcapil yang sangat luar biasa ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Bapak dengan pahala besar,” tulisnya dalam bahasa Indonesia yang fasih.
Saat ini, Zouhir bekerja sebagai tenaga pengajar di beberapa sekolah Islam di Luwu Utara. Ia juga sering diundang Pemda sebagai pembaca doa dalam berbagai kegiatan.
Zouhir mengaku ingin menetap selamanya di Luwu Utara dan berencana mengubah status kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia.
“Insya Allah, rencana selanjutnya saya ingin menjadi WNI selamanya,” pungkasnya.




Komentar