Pemkot Makassar

OPD Teken Perjanjian Kinerja 2026, Munafri Dorong Kerja Presisi dan Kolaborasi Nyata

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 31 Januari 2026 13:38

OPD Teken Perjanjian Kinerja 2026, Munafri Dorong Kerja Presisi dan Kolaborasi Nyata

MAKASSAR, Trotoar.id – Di ruang Bilateral Balai Kota Makassar, Jumat (30/1/2026), suasana terasa lebih dari sekadar seremoni birokrasi.

Di hadapan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan pesan tegas namun bernuansa reflektif: kinerja aparatur pemerintah harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 menjadi titik awal penegasan arah pemerintahan Kota Makassar ke depan.

Bagi Munafri, dokumen tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kontrak moral antara pemerintah dan rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Perjanjian kinerja ini bukan hanya tanda tangan di atas kertas. Ini komitmen kita kepada masyarakat, bahwa apa yang direncanakan harus benar-benar terlaksana dan memberi manfaat nyata,” ujar Munafri di hadapan jajaran OPD.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menekankan pentingnya perencanaan yang presisi sejak awal.

IIa tak menutupi fakta bahwa pada tahun sebelumnya masih terjadi rendahnya serapan anggaran yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

“Kalau perencanaan sudah keliru dari awal, maka di tengah jalan kita akan terus melakukan perbaikan tanpa ujung. Perencanaan harus menjadi pegangan sampai akhir,” tegasnya.

Meski demikian, Munafri tetap mengapresiasi capaian peningkatan pendapatan daerah yang mencapai 93 persen.

Namun ia mengingatkan, angka tersebut baru bermakna jika sejalan dengan kualitas belanja yang menyentuh kebutuhan warga.

“Pendapatan meningkat itu penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana belanja itu dirasakan langsung oleh masyarakat. Di situlah ukuran keberhasilan kita,” katanya.

Dalam suasana yang penuh penekanan moral tersebut, Munafri juga mengingatkan bahaya ego sektoral antar-OPD.

Ia menilai, banyak persoalan pelayanan publik sesungguhnya bukan karena kurangnya anggaran atau sumber daya, melainkan lemahnya koordinasi dan rasa kebersamaan.

“Kalau ada masalah lalu OPD saling lempar tanggung jawab, yang dirugikan bukan kita, tapi masyarakat. Pemerintahan ini kerja kolektif, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia secara khusus meminta jajaran kewilayahan mulai dari camat hingga lurah untuk lebih proaktif dan menjadi ujung tombak keberhasilan program pemerintah kota.

Menurutnya, percepatan pelayanan publik tidak akan tercapai tanpa peran aktif pemerintah di tingkat paling dekat dengan warga.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026 ini menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kota Makassar ingin melangkah dengan satu irama: perencanaan yang presisi, kolaborasi yang kuat, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen21 April 2026 16:25
Lantik Haris Abdul Rahman, Rachmatika Dewi: Kami Akan Terus Perjuangkan Hak-Hak Perempuan
MAKASSAR, Trotoar.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Tika Dewi, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak perempua...
Parlemen21 April 2026 16:11
Kajati Sulsel Pamit, DPRD Sulsel Apresiasi Sinergi dan Pengabdian
MAKASSAR, Trotoar.id – Kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung hangat ...
Metro21 April 2026 14:28
Munafri Ultimatum Sekolah: Perpisahan Berbayar Dilarang, Kepsek Terancam Dicopot
MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Kota Makassar melayangkan ultimatum keras kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik di jenjang TK, SD, hin...
Parlemen21 April 2026 13:21
Lepas Pemberangkatan Jamaah Haji, Ketua DPRD Sulsel Soroti Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
MAKASSAR, Trotoar.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Tika Dewi, menyoroti potensi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang din...