Makassar, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat langkah percepatan penurunan angka anak tanpa imunisasi (zero dose) melalui kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian Kesehatan RI, Tim Penggerak PKK Pusat, serta Pemerintah Kabupaten Gowa.
Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan penguatan sosialisasi dan mobilisasi masyarakat yang menjadi bagian dari implementasi Program Hibah GAVI TA Tahun 2026.
Program tersebut dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Gowa, dengan fokus intervensi pada daerah yang memiliki angka anak tanpa imunisasi yang masih tinggi.
Baca Juga :
Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai lokus prioritas dengan jumlah anak zero dose mencapai 5.787 anak, dengan target intervensi minimal 2.894 anak.
Pelaksanaan program berlangsung mulai Maret hingga minggu kedua Mei 2026, mencakup tahapan koordinasi, sosialisasi, intervensi imunisasi, hingga monitoring dan evaluasi.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak dasar layanan kesehatan, khususnya imunisasi.
“Program ini adalah langkah konkret untuk memastikan tidak ada anak di Sulawesi Selatan yang tertinggal dari layanan imunisasi. Kita ingin seluruh anak tumbuh sehat dan terlindungi sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua terkait manfaat imunisasi, termasuk pemahaman mengenai kandungan dan keamanan vaksin.
Menurutnya, pemahaman yang baik akan mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat serta mengurangi keraguan terhadap program imunisasi.
“Edukasi kepada orang tua sangat penting agar tidak timbul persepsi keliru. Dengan begitu, anak-anak dapat memperoleh imunisasi lengkap dan target capaian bisa mendekati 100 persen,” tambahnya.
Peran PKK dinilai sangat strategis dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga melalui jaringan kader dan dasa wisma.
Melalui struktur tersebut, edukasi dan intervensi imunisasi dapat dilakukan secara langsung dan berkelanjutan kepada keluarga sasaran.
Dalam implementasinya, program ini didukung oleh 21 puskesmas lokus, yang terdiri dari 8 puskesmas di wilayah dataran tinggi dan 13 puskesmas di wilayah dataran rendah.
Selain itu, terdapat 699 posyandu yang tersebar di 163 desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka anak zero dose secara signifikan di Sulawesi Selatan.
Analisis: Kunci Keberhasilan pada Edukasi dan Mobilisasi Komunitas
Program percepatan imunisasi ini menunjukkan pendekatan berbasis komunitas sebagai strategi utama dalam menjangkau kelompok rentan.
Keberhasilan program sangat ditentukan oleh efektivitas edukasi kepada orang tua, terutama dalam mengatasi keraguan terhadap imunisasi.
Selain itu, kekuatan jaringan PKK hingga tingkat dasa wisma menjadi faktor kunci dalam memastikan intervensi tepat sasaran.
Jika kolaborasi lintas sektor ini berjalan optimal, target penurunan angka zero dose tidak hanya tercapai, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang di Sulawesi Selatan. (*)



Komentar