Pemprov Sulsel

Panen Raya Pinrang Capai 6,8 Ton per Hektare, Perkuat Peran Sulsel sebagai Lumbung Pangan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 11 April 2026 16:19

Panen Raya Pinrang Capai 6,8 Ton per Hektare, Perkuat Peran Sulsel sebagai Lumbung Pangan

PINRANG, Trotoar.id — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menghadiri pesta panen padi di Kelurahan Padaidi, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pinrang sekaligus menegaskan peran strategis Sulawesi Selatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Panen dilakukan oleh Kelompok Tani Makkaritutue II di lahan seluas sekitar 25 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,8 ton per hektare.

Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif sektor pertanian di daerah itu, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan produksi seperti serangan hama di sejumlah wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi juga menyerahkan bantuan berupa hand sprayer dan karung panen kepada para petani sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas.

Ia mengapresiasi para petani yang tetap mampu menjaga hasil panen di tengah berbagai kendala di lapangan.

“Kita patut bersyukur karena hasil panen terus menunjukkan tren yang baik. Ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Selatan tetap menjadi salah satu penyangga pangan nasional yang kuat,” ujarnya.

Fatmawati menegaskan, sektor pertanian Sulawesi Selatan memiliki peran penting sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat dukungan kepada petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi.

“Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, baik melalui bantuan alsintan maupun pembangunan irigasi, agar hasil pertanian semakin meningkat dan petani semakin sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pinrang, Irwan Hamid, menyampaikan bahwa sektor pertanian di daerahnya menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut, dengan luas lahan pertanian sekitar 54 ribu hektare, produktivitas padi di Pinrang rata-rata mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

Bahkan, di beberapa lokasi tertentu, hasil panen mampu menembus angka 9 hingga 10 ton per hektare, yang menunjukkan potensi besar sektor pertanian daerah.

Menurutnya, stabilitas harga gabah serta kemudahan akses pupuk menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan petani dalam menjaga produktivitas.

“Kami bersyukur hasil panen tetap stabil, ditunjang harga gabah yang baik serta ketersediaan pupuk yang semakin mudah diakses petani,” kata Irwan.

Momentum pesta panen ini sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Kabupaten Pinrang dalam memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (*)

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro26 Juni 2026 20:29
Wali Kota Munafri Sambangi Pulau Terluar, Pastikan Layanan Dasar dan Salurkan Bantuan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kembali menyambangi Pulau Lanjuka...
Nasional26 Juni 2026 18:57
Presiden Prabowo Instruksikan Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul untuk Percepat Industrialisasi Nasional
JAKARTA, TROTOAR.ID — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) un...
Metro26 Juni 2026 17:33
Wakil Wali Kota Makassar Tinjau Kesiapan Gunung Sari Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memastikan kesiapan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, dalam menghad...
Politik26 Juni 2026 16:22
Akankah Basis Appi Bergeser? Ujian Loyalitas Kader Golkar Pasca Diskresi untuk IAS
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali memasuki babak krusial. Terbitnya surat diskresi Ketua Umum Part...