Pemprov Sulsel

Fatmawati Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri Luwu ke Arab Saudi, Dorong UMKM Sulsel Naik Kelas di Pasar Global

Suriadi
Suriadi

Kamis, 23 Juli 2026 12:31

Fatmawati Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri Luwu ke Arab Saudi, Dorong UMKM Sulsel Naik Kelas di Pasar Global

MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat langkah mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.

Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui pelepasan ekspor 10,2 ton kemiri olahan asal Kabupaten Luwu menuju Jeddah, Arab Saudi, yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Terminal Petikemas (TPK) 1 Pelindo Makassar, Kamis (23/7/2026).

Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Selatan dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar global.

Fatmawati Rusdi mengatakan, keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa produk lokal Sulawesi Selatan memiliki kualitas yang mampu memenuhi standar pasar internasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga mitra logistik.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menjadi katalisator sinergi antara pelaku usaha, perbankan, pemerintah, hingga mitra logistik. Kolaborasi seperti inilah yang akan memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatmawati.

Pengiriman tahap kedua ini dilakukan oleh PT Onstar Pop Farm dengan mengekspor 10,2 ton kemiri bulat (whole candlenut) senilai 33.660 dolar Amerika Serikat menggunakan satu kontainer berukuran 20 kaki.

Ekspor tersebut merupakan bagian dari kontrak ekspor sebanyak 80 ton selama dua tahun yang diperoleh perusahaan melalui ajang Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2025.

Fatmawati menilai perjalanan PT Onstar Pop Farm merupakan contoh nyata bagaimana sebuah UMKM dapat berkembang dari usaha berskala kecil hingga mampu menembus pasar internasional melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku ekspor adalah tingginya biaya logistik.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus menghadirkan berbagai kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM.

Kami ingin hadir tidak hanya saat seremonial, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari efisiensi biaya logistik, penguatan jejaring bisnis, hingga perluasan akses pasar internasional,” katanya.

Menurut Fatmawati, penguatan sektor UMKM menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Dengan dukungan yang tepat, UMKM diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Selama pelaku usaha terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, peluang di pasar global akan terus terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wipanda, menjelaskan bahwa keberhasilan PT Onstar Pop Farm merupakan hasil pendampingan melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).

Program tersebut mencakup penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran internasional.

Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Keberhasilan PT Onstar Pop Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu mengubah peluang menjadi transaksi nyata,” jelas Rizki.

Ia juga mengungkapkan bahwa Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2025 berhasil membukukan komitmen ekspor senilai Rp228 miliar dari 30 pembeli internasional yang berasal dari 17 negara.

Hingga Juli 2026, nilai realisasi ekspor telah mencapai sekitar Rp122,7 miliar, menunjukkan tingginya minat pasar internasional terhadap produk unggulan Sulawesi Selatan.

Direktur PT Onstar Pop Farm, Muhammad Irfandi Arwin, mengaku bangga atas pencapaian perusahaannya yang berawal dari fasilitas produksi sederhana di Desa Taramatekke, Kabupaten Luwu.

Berkat pendampingan Pemerintah Kabupaten Luwu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Bank Indonesia, usahanya kini mampu memasuki pasar ekspor.

Awalnya kami hanya berproduksi secara sederhana. Alhamdulillah, melalui pembinaan dan pendampingan dari berbagai pihak, hari ini kami dapat membuktikan bahwa UMKM juga mampu mengekspor produk ke luar negeri. Semoga ini menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM lainnya,” ungkap Irfandi.

Keberhasilan tersebut juga membawa dampak positif bagi petani kemiri di Kabupaten Luwu karena seluruh kebutuhan bahan baku perusahaan dipasok dari masyarakat setempat.

Dengan pengiriman tahap kedua ini, total realisasi ekspor PT Onstar Pop Farm telah mencapai 20,2 ton dari target 80 ton selama dua tahun.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing produk lokal di tingkat global.

Penulis : Febri

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen25 Juli 2026 16:00
Di Tamamaung, Hamzah Hamid Bahas Polemik SPMB SMA/SMK, Warga Keluhkan Sulitnya Masuk Sekolah Negeri
MAKASSAR, Trotoar.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hamzah Hamid, menggelar Reses Masa Persidang...
Parlemen25 Juli 2026 14:13
Hamzah Hamid Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Reses Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dengan Konstituen
MAKASSAR, Trotoar.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hamzah Hamid, menggelar kegiatan Reses Masa ...
Parlemen25 Juli 2026 13:58
Warga Pulau Saugi Ke Sofyan Syam : Nakes dan Guru PAUD Butuh Perhatian Pemprov Sulsel
Pangkep, Trotoar.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyan Syam, melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/20...
Daerah25 Juli 2026 12:38
Ground Breaking Tanggul Sungai Rongkong, Gubernur Sulsel Kebut Penanganan Banjir di Luwu Utara
LUWU UTARA, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pembangunan infrastruktur pengendali b...