
SIDRAP, Trotoar.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau terus diperkuat.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung menemui para petani di Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis malam (23/7/2026), untuk mencari solusi bersama menghadapi dampak El Nino yang mulai dirasakan di sejumlah sentra produksi padi.
Pertemuan yang berlangsung di rumah salah seorang tokoh masyarakat tersebut dihadiri Ketua PPK Sidrap Haslindah Syahruddin, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Suriyanto, Camat Watang Sidenreng Andi Saifullah Tenri Tatta, Kepala Desa Damai Muhammad Tamrin, para penyuluh pertanian, serta puluhan petani dari Desa Damai dan Desa Talawe.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Syaharuddin menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi ancaman kekeringan sendirian.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus hadir memberikan solusi agar produksi padi tetap terjaga meski memasuki musim kemarau.
“Sekarang ini kita sudah masuk musim pertanaman. Terutama di Desa Damai, tanaman yang ditanam pada bulan Mei kini sudah memasuki usia sekitar dua bulan. Ini adalah masa yang sangat membutuhkan air,” ujar Syaharuddin.
Ia mengingatkan bahwa fenomena El Nino telah diprediksi sejak jauh hari dan berdampak di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Sidrap.

Karena itu, pemerintah bergerak lebih awal melalui berbagai langkah antisipasi agar sawah masyarakat tetap memperoleh pasokan air.
“Tentu kita harus sama-sama berjuang keras. Memikirkan segala usaha, upaya, dan solusi agar pertanaman padi kita bisa selamat,” katanya.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pembangunan sumur bor di kawasan persawahan Desa Damai.
Menurut Syaharuddin, sebagian besar sumur telah menghasilkan debit air yang baik dan kini tinggal dioptimalkan melalui penyambungan jaringan listrik agar dapat segera dimanfaatkan petani.
“Alhamdulillah, program pengeboran di sawah di Desa Damai semuanya sudah berjalan. Ada yang sudah ada listriknya dan ada yang belum. Karena itu malam ini kita membahas bersama bagaimana agar air dari sumur bor ini bisa segera dimanfaatkan secara maksimal,” tuturnya.
Ia menambahkan, hasil pengeboran menunjukkan potensi air tanah yang cukup besar sehingga menjadi harapan baru bagi petani dalam menghadapi musim kemarau panjang.
“Alhamdulillah, rata-rata bor yang kita kerjakan di sini airnya bagus, kuat, dan bertahan lama. Ini menjadi modal kita untuk menyelamatkan pertanaman,” ungkapnya.
Untuk mempercepat pemanfaatan sumur bor tersebut, Syaharuddin menginstruksikan Dinas Pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta penyuluh pertanian segera melakukan pendataan terhadap seluruh titik sumur bor yang telah siap digunakan maupun yang masih menunggu sambungan listrik dari PLN.
“Saya minta kepada Dinas Pertanian, Camat, Kepala Desa, dan Penyuluh untuk segera mendata. Mana yang sudah ada jaringan listriknya segera difungsikan. Yang belum, kita carikan solusinya bersama PLN,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak petani memperkuat semangat gotong royong dengan mengatur pola tanam serta pembagian air secara bergiliran agar seluruh lahan memperoleh pasokan air secara merata.
“Kepada para petani, saya titip. Mari kita atur pola tanam, atur giliran air, dan saling bahu-membahu. Pemerintah hadir, tapi keberhasilan ada di tangan kita bersama. Saya yakin dengan kebersamaan dan kerja keras kita, pertanaman di Desa Damai dan Talawe insya Allah bisa kita selamatkan,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas TPHPKP Sidrap, Suriyanto, menjelaskan sebagian besar tanaman padi di wilayah tersebut telah memasuki umur lebih dari dua bulan, yakni fase yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah percepatan untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
Menurutnya, pemerintah telah menjalankan berbagai program penanganan, mulai dari pembangunan sumur bor, normalisasi saluran irigasi, penyediaan pompa air, hingga percepatan pemasangan jaringan listrik pada sumur bor yang telah selesai dibangun.
“Mengenai listrik masuk sawah, kami paham pengerjaannya telah selesai. Akan tetapi tinggal menunggu pemasangan jaringan listrik. Mudah-mudahan dari pihak PLN segera terealisasi sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para petani,” ujar Suriyanto.
Ia juga mengajak seluruh petani memanfaatkan forum dialog tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan agar pemerintah dapat segera menyiapkan langkah penanganan yang tepat.
“Mari kita manfaatkan pertemuan malam ini dengan sebaik-baiknya. Sampaikan aspirasi dan kendala di lapangan. Kehadiran Bapak Bupati dan kita semua di sini adalah bukti bahwa pemerintah hadir bersama petani,” pungkasnya.


Komentar