Pemkot Makassar

Appi Bekali 5.000 Maba Bosowa Jadi Pengawas Sosial dan Mitra Pembangunan Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 09 September 2026 17:17

Appi Bekali 5.000 Maba Bosowa Jadi Pengawas Sosial dan Mitra Pembangunan Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta ribuan mahasiswa baru Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa tidak hanya datang ke Makassar untuk mengejar gelar akademik.

Mereka juga didorong menjadi bagian dari pembangunan kota sekaligus pengawas sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Marowa Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa bertajuk “Akselerasi: Melaju Menuju Indonesia Depan” di Kampus Universitas Bosowa, Rabu (9/9/2026).

Di hadapan sekitar 5.000 mahasiswa baru, Munafri menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melihat, mengkritisi, sekaligus memberikan gagasan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Kota Makassar.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis karena tidak hanya berada di lingkungan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat.

Karena itu, suara kritis mahasiswa dibutuhkan untuk memastikan pembangunan kota berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Makassar membutuhkan semangat anak muda untuk berkolaborasi. Kami membutuhkan pikiran-pikiran kritis dari anak muda untuk memastikan pembangunan kota berjalan maksimal,” ujar Munafri.

Ia bahkan mendorong mahasiswa menjalankan fungsi social control terhadap pemerintah. Kritik, menurutnya, tidak harus ditempatkan sebagai bentuk pertentangan, tetapi dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki kebijakan dan memastikan pelayanan publik berjalan lebih baik.

“Mahasiswa harus menjadi bagian dari pembangunan. Pemerintah membutuhkan pikiran kritis, kreativitas dan kolaborasi dari anak-anak muda,” katanya.

Munafri mengatakan kehadiran ribuan mahasiswa baru turut menambah dinamika Kota Makassar. Sebagai kota terbesar di kawasan timur Indonesia, Makassar menjadi magnet pendidikan sekaligus tempat bertemunya masyarakat dari berbagai daerah.

“Makassar hari ini penduduknya 1,4 juta jiwa dan menjadi kota terbesar di bagian timur Indonesia. Banyak peluang dan harapan yang digantungkan masyarakat di kota ini, termasuk anak-anak muda yang datang untuk menuntut ilmu,” jelasnya.

Dengan bertambahnya populasi mahasiswa dari berbagai daerah, Munafri menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan Makassar tetap menjadi kota yang aman, nyaman, inklusif dan berkelanjutan sebagai ruang belajar sekaligus ruang tumbuh generasi muda.

Karena itu, ia membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Kota Makassar dengan perguruan tinggi. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dapat diarahkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat masyarakat.

Mahasiswa, kata Munafri, dapat terlibat langsung dalam program pembangunan di kecamatan dan kelurahan. Dengan begitu, kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh teori, tetapi juga ruang bagi mahasiswa menguji pengetahuan mereka melalui persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Tak berhenti pada isu pembangunan, Munafri juga memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH) kepada para mahasiswa baru. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang bagi anak muda untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas dan berbagai potensi yang dimiliki.

MCH juga dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperluas jejaring, mengembangkan kompetensi hingga mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Munafri menegaskan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Di tengah transformasi digital pemerintahan, Munafri juga mengajak mahasiswa memanfaatkan Lontara+, super apps Pemerintah Kota Makassar yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu platform.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dapat menggunakan Lontara+ untuk memperoleh informasi layanan pemerintah, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan di lingkungan sekitar.

“Kalau ada persoalan di kota, manfaatkan kanal yang disiapkan pemerintah. Sampaikan melalui Lontara+ sehingga pemerintah bisa mengetahui dan menindaklanjutinya,” ujarnya.

Munafri juga menitipkan pesan khusus kepada mahasiswa yang baru menetap di Makassar mengenai persoalan lingkungan. Ia meminta mahasiswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak dari tempat tinggal, termasuk rumah maupun kos.

“Mulai hari ini, mahasiswa baru yang datang di Kota Makassar, tolong jangan buang sampah sembarangan. Sampah harus dikelola, bukan hanya di kampus, tetapi juga di tempat kalian berdomisili,” tegasnya.

Menurut Munafri, persoalan kebersihan kota tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Karena itu, mahasiswa sebagai kelompok terdidik diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus penggerak kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

Di akhir pembekalannya, Munafri mengingatkan para mahasiswa bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual. Kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter, etika dan akhlak.

“Kami butuh mahasiswa yang cerdas, pintar, tapi juga punya akhlak, akhlakul karimah,” tegasnya.

Munafri mengapresiasi Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa yang terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

Ia berharap ribuan mahasiswa baru tersebut tidak sekadar menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi tumbuh sebagai generasi yang kompeten, kritis, kreatif dan memiliki kepedulian sosial.

“Selamat datang di Kota Makassar. Insya Allah kota ini akan menjadi kota yang nyaman sebagai tempat untuk menuntut ilmu dan melanjutkan cita-cita dan harapan yang besar,” pungkasnya.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 September 2026 19:20
HAN ke-42 di Sulsel: TP PKK Dorong Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan...
Parlemen09 September 2026 19:11
Ketua Fraksi Nasdem: Pertamina Jamin  Kuota BBM Subsidi Sulsel Aman, 16 SPBU Buka 24 jam 
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan M Sadar ikut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus kunjungan ke PT P...
Parlemen09 September 2026 18:53
Sidak SPBU Pettarani, Komisi D DPRD Sulsel Ungkap Penyebab Antrean Solar Mengular
MAKASSAR, Trotoar.id  — Antrian panjang kendaraan berbahan bakar diesel yang hendak mengisi Solar subsidi di sejumlah SPBU Kota Makassar menjadi pe...
Daerah09 September 2026 17:14
Cegah Sawah Gagal Panen Saat El Niño, Bupati Sidrap Pastikan Listrik Masuk Sawah Berjalan
SIDRAP, Trotoar.id — Ancaman El Niño dan musim kemarau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam menjaga produktivita...