Pemprov Sulsel

Sidak SPBU, Gubernur Sulsel Temukan Ini

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 10 September 2026 11:05

Sidak SPBU, Gubernur Sulsel Temukan Ini

MAKASSAR, Trotoar.id — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar mendapat perhatian serius Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU 74.902.31, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kamis (10/9/2026), gubernur justru menemukan persoalan pada sisi operasional pengisian BBM.

Temuan yang cukup mencolok, terdapat empat nozzle pengisian BBM yang tersedia, namun hanya satu operator yang bertugas melayani pengisian.

“Bagaimana orang tidak antre kalau empat nozzle pengisian hanya satu operator melayani. Kemudian adanya modifikasi tangki dan kendaraan bolak-balik isi BBM,” ungkap Andi Sudirman.

Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi penyaluran BBM di lapangan, menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Sulsel dalam beberapa hari terakhir.

Begitu tiba di lokasi, Andi Sudirman langsung memantau aktivitas pengisian BBM, terutama Pertalite bagi kendaraan roda dua. Antrean terlihat cukup padat hingga mengular ke badan jalan.

Dua barisan kendaraan tampak mengantre pada masing-masing sisi nozzle pengisian Pertalite. Kepadatan tersebut membuat proses pengisian berlangsung cukup panjang.

Gubernur kemudian mengecek sejumlah fasilitas pengisian, termasuk kondisi operasional nozzle dan jumlah petugas yang melayani konsumen.

Dari pengecekan tersebut, ia menemukan ketidakseimbangan antara jumlah nozzle dengan operator yang bertugas. Empat nozzle yang tersedia tidak diimbangi dengan jumlah petugas yang memadai.

Menurut Andi Sudirman, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memperpanjang waktu antrean. Karena itu, persoalan antrean tidak cukup hanya dilihat dari sisi ketersediaan stok BBM.

Ia juga menyoroti dugaan adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang serta modifikasi tangki yang dapat memengaruhi pola distribusi BBM di SPBU.

“Bagaimana orang tidak antre kalau empat nozzle pengisian hanya satu operator melayani,” tegasnya.

Andi Sudirman mengatakan, Pemprov Sulsel bersama aparat kepolisian terus melakukan pengecekan di sejumlah SPBU untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memicu antrean.

Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten/kota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga telah dilibatkan dalam Satgas pengawasan penyaluran BBM. Satgas tersebut bertugas membantu Pertamina melakukan patroli sekaligus memastikan pengisian BBM berlangsung tertib.

Gubernur meminta seluruh pihak terkait tidak berhenti pada penanganan antrean di satu lokasi. Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditemukan dan ditangani.

“Kami juga berkoordinasi dengan Bapak Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin terkait pendampingan kepolisian dan TNI terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib sekaligus memantau ketersediaan stok BBM di lapangan.

“Tentu kami akan kawal tertib pengisian sekaligus pantau jumlah stok,” pungkas Andi Sudirman.

Penulis : Awal

 Komentar