
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Ketahanan keluarga dan kewaspadaan masyarakat menjadi benteng awal untuk mencegah perempuan dan anak terjebak dalam berbagai modus eksploitasi.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT) yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar melalui Pokja I di Gedung TP PKK Kota Makassar, Senin (14/9/2026).
Mengangkat tema “Kenali, Waspadai, Cegah: Bersama Keluarga Melawan Perdagangan Orang”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi kader PKK untuk mengenali modus perdagangan orang sekaligus memperkuat peran keluarga dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Kegiatan dihadiri Sekretaris I dan Sekretaris II TP PKK Kota Makassar, jajaran pengurus inti TP PKK Kota Makassar serta perwakilan kader dari seluruh kecamatan se-Kota Makassar.
Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris TP PKK Kota Makassar Faridah Kadir, menegaskan bahwa perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang dapat merenggut hak, kebebasan dan masa depan korban.
Menurutnya, perempuan dan anak menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai modus, mulai dari tawaran pekerjaan yang menggiurkan hingga penipuan dan eksploitasi.
“Melalui tema Kenali, Waspadai, Cegah: Bersama Keluarga Melawan Perdagangan Orang, kita ingin menegaskan kembali bahwa benteng pertahanan utama untuk melawan trafficking berawal dari dalam rumah,” ujar Melinda.
Ia mengatakan, melalui Program KIAT, keluarga didorong untuk mengenali bentuk dan modus perdagangan orang, mewaspadai berbagai tawaran yang tidak jelas legalitasnya, serta mencegah melalui komunikasi terbuka di dalam keluarga.

“Waspadai, dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran pekerjaan maupun tawaran ke luar daerah yang tidak jelas legalitasnya; serta cegah, melalui komunikasi terbuka dalam keluarga, edukasi kepada anak, dan keberanian melaporkan jika menemukan kejanggalan di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Melinda juga menekankan pentingnya peran kader PKK hingga tingkat Dasawisma. Para kader dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat di lingkungannya.
Dengan pengetahuan yang memadai, kader diharapkan mampu menjadi penghubung informasi sekaligus mengajak masyarakat lebih peka terhadap potensi TPPO.
Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar Siti Syahriati A. Syahrum mengatakan, pencegahan perdagangan orang membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat secara bersama-sama.
“Kader PKK perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu mengenali tanda-tanda kerentanan, memberikan pemahaman kepada keluarga, serta mengarahkan masyarakat untuk memperoleh bantuan melalui jalur yang tepat apabila menemukan dugaan kasus,” katanya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang, AKP Rochsita Arsid, sebagai narasumber utama. Ia memberikan pemahaman mengenai bahaya TPPO, berbagai modus yang perlu diwaspadai serta pentingnya kepekaan masyarakat terhadap situasi yang berpotensi mengarah pada eksploitasi.
“Kami mengajak para kader TP PKK untuk menjadi penggerak di tengah masyarakat dengan membangun kepedulian dan keberanian untuk bertindak ketika menemukan indikasi perdagangan orang,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda mencurigakan dan segera mencari pertolongan atau melapor kepada pihak berwenang jika menemukan dugaan perdagangan orang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, drg. Ita Anwar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, kader PKK dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Menurutnya, edukasi, perlindungan dan pendampingan harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mencegah sekaligus merespons berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.
“Dengan edukasi yang berkelanjutan, keluarga diharapkan semakin peka, waspada, dan berani mengambil langkah pencegahan sehingga Kota Makassar dapat menjadi lingkungan yang semakin aman dari praktik perdagangan orang,” ujarnya.
Melalui Program KIAT, TP PKK Makassar berharap edukasi mengenai pencegahan TPPO tidak berhenti di ruang kegiatan. Pengetahuan tersebut diharapkan diteruskan para kader kepada keluarga dan masyarakat di seluruh kecamatan hingga tingkat Dasawisma, sehingga kewaspadaan terhadap perdagangan orang semakin kuat dimulai dari lingkungan keluarga. (*)

