
BULUKUMBA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba mulai membangun “rumah” baru bagi ikan di perairan pesisir. Melalui Dinas Perikanan, ratusan unit apartemen ikan berbahan beton diturunkan ke dasar laut untuk menciptakan habitat baru sekaligus mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan.
Proses penurunan apartemen ikan dilakukan melalui Pelabuhan Leppe’e, Selasa (15/9/2026). Unit-unit beton tersebut terlebih dahulu dinaikkan ke kapal menggunakan frame khusus sebelum dibawa menuju titik penempatan yang telah ditentukan di perairan Bulukumba.
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Bulukumba menyiapkan 200 unit box beton. Seluruhnya akan ditempatkan pada dua kawasan, masing-masing 100 unit, yakni di perairan sekitar Kecamatan Ujungbulu dan Kecamatan Gantarang.
Kepala Dinas Perikanan Bulukumba Thaiyeb Maningkasi mengatakan, proses tersebut merupakan satu rangkaian kegiatan, mulai dari loading hingga pelepasan apartemen ikan di titik yang telah ditetapkan berdasarkan kajian teknis.
“Hari ini satu rangkaian kegiatan mulai dari loading rumpon dasar atau apartemen ikan. Kita naikkan di kapal kemudian kita rilis di titik penempatan apartemen ikan tersebut,” kata Thaiyeb.
Menurutnya, kedalaman lokasi penempatan bervariasi. Salah satu titik berada pada kedalaman sekitar 60 meter dengan jarak kawasan apartemen ikan sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari garis pantai.
Konsepnya sederhana. Struktur beton berbentuk kubus berukuran 1 x 1 meter tersebut diharapkan menjadi tempat berlindung sekaligus ruang tumbuh bagi ikan-ikan kecil. Kehadiran ikan kecil kemudian diharapkan menarik ikan yang lebih besar.

“Kita upayakan sebagai tempat bermain ikan kecil. Sebab kalau ada ikan kecil, maka ada ikan besar,” jelasnya.
Penempatan yang relatif dekat dengan pantai juga diharapkan memberi keuntungan bagi nelayan. Dengan terbentuknya habitat baru, nelayan diharapkan tidak harus selalu mencari lokasi tangkapan hingga jauh ke tengah laut untuk menemukan kawasan yang potensial.
Untuk memudahkan identifikasi kawasan, Dinas Perikanan turut memasang penanda berbahan daun rumbia dengan struktur menyerupai traktor. Penanda tersebut diharapkan membantu nelayan mengetahui lokasi apartemen ikan sekaligus menghindari aktivitas penangkapan yang dapat merusak struktur dan ekosistem di sekitarnya.
Thaiyeb mengimbau nelayan agar menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan di sekitar kawasan tersebut. Penggunaan pancing menjadi salah satu metode yang diutamakan agar habitat ikan yang sedang dibangun tidak terganggu.
Program apartemen ikan ini sekaligus melengkapi program pengadaan rumpon yang sebelumnya telah dilakukan Pemkab Bulukumba. Keduanya diarahkan untuk menciptakan tempat berlindung dan berkumpulnya ikan, terutama ikan-ikan kecil yang kemudian dapat membentuk rantai ekosistem bagi ikan berukuran lebih besar.
Pemkab Bulukumba berharap pembangunan habitat baru tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya laut, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi nelayan. Dengan ekosistem ikan yang lebih produktif di kawasan pesisir, aktivitas penangkapan diharapkan menjadi lebih efektif, dekat, dan tetap ramah terhadap lingkungan laut. (*)

