Partai Golkar

Masuk Struktur Golkar Sulsel, MH, Yang Saya Ingat Saya Di Golkar Ji

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 15 September 2026 17:19

Maqbul Halim
Maqbul Halim

MAKASSAR, Trotor.id — Kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai menarik perhatian. Sejumlah politisi dengan latar belakang partai berbeda disebut masuk dalam struktur kepengurusan yang kini tengah disusun.

Nama-nama dari PSI, PAN, Demokrat hingga Gerindra disebut muncul dalam draft struktur Golkar Sulsel. Komposisi tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinan IAS membuka ruang bagi figur-figur yang memiliki pengalaman politik lintas partai.

Salah satu nama yang paling menarik perhatian adalah Maqbul Halim. Mantan Sekretaris DPW PSI Sulsel tersebut disebut masuk dalam struktur DPD I Partai Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai kabar dirinya kembali ke Golkar, Maqbul justru memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Ia mengaku merasa tidak pernah meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Oh saya pernah di PSI ka? Saya tidak ingat mi, yang saya ingat saya di Golkar terus ji,” kata Maqbul Halim melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut menjadi menarik jika melihat perjalanan politik Maqbul. Sebelum bergabung dengan PSI, ia memang pernah menjadi bagian dari struktur Partai Golkar Sulsel pada era kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo.

Maqbul kemudian berpindah haluan ketika Golkar Sulsel dipimpin Taufan Pawe. Saat itu, ia tercatat berkiprah di PSI dan kemudian juga dikenal pernah menduduki posisi Sekretaris DPW PSI Sulsel.

Sebelumnya, Maqbul juga memiliki pengalaman di Partai Solidaritas Indonesia. Ia pernah dipercaya menduduki posisi Sekretaris DPW PSI Sulsel sebelum kembali muncul dalam konfigurasi politik Golkar Sulsel.

Kini, namanya kembali mencuat setelah struktur baru Golkar Sulsel di bawah IAS mulai berproses. Kembalinya Maqbul ke lingkungan Golkar memperlihatkan dinamika politik yang cukup cair menjelang persiapan menghadapi agenda politik 2029.

Terlebih, perpindahan figur antarpartai bukan fenomena baru dalam politik Sulawesi Selatan. Jaringan, pengalaman organisasi dan kemampuan membangun komunikasi politik kerap menjadi pertimbangan dalam menyusun kekuatan partai menghadapi kontestasi elektoral.

Masuknya Maqbul juga memberi warna tersendiri bagi struktur Golkar yang tengah dibangun IAS. Ia membawa pengalaman dari sejumlah partai sekaligus memahami dinamika internal Golkar dari pengalaman sebelumnya.

Di sisi lain, komposisi baru tersebut masih menunggu proses finalisasi dan penetapan resmi dari Partai Golkar. Karena itu, posisi masing-masing nama dalam struktur kepengurusan belum dapat dianggap final sebelum diumumkan secara resmi.

Jika nantinya disahkan, hadirnya Maqbul bersama sejumlah figur berlatar belakang lintas partai akan menjadi salah satu wajah baru Golkar Sulsel. IAS tampaknya tengah meramu kekuatan lama dan pengalaman baru untuk membangun mesin politik Golkar menuju pertarungan Pemilu 2029. (*)

Penulis : Upiq

 Komentar