Partai Golkar

Draft Struktur Golkar Sulsel Beredar, Sejumlah Eks Caleg Partai Lain Masuk Barisan IAS

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 15 September 2026 18:50

ILustrasi Bender Partai Politik
ILustrasi Bender Partai Politik

MAKASSAR, Trotoar.id — Komposisi kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai menjadi sorotan. Draft susunan pengurus yang beredar memuat sejumlah nama dari latar belakang partai politik berbeda yang kini diproyeksikan masuk dalam jajaran elite Golkar Sulsel.

Menariknya, beberapa nama tersebut sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak politik bersama partai lain. Mereka antara lain Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin yang sebelumnya terkait dengan Gerindra, Farid Kasim Judas Amir dari NasDem, Andre Arief Bulu yang pernah berada di Gerindra, serta Busranuddin Baso Tika yang pernah berkiprah di PDIP.

Selain itu, terdapat pula nama Maqbul Halim yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari PSI. Nama-nama tersebut dalam draft yang beredar disebut mendapatkan posisi strategis dalam struktur DPD I Partai Golkar Sulsel.

Sejumlah nama bahkan diproyeksikan menduduki posisi Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris. Jika susunan tersebut benar-benar ditetapkan, komposisi ini menunjukkan upaya IAS membangun struktur Golkar dengan merangkul figur-figur yang memiliki pengalaman politik dari berbagai latar belakang.

Masuknya figur dari luar Golkar bukan sekadar perubahan administratif dalam susunan kepengurusan. Komposisi tersebut berpotensi menjadi sinyal politik bahwa Golkar Sulsel di bawah IAS tengah menyiapkan mesin partai dengan pendekatan yang lebih terbuka menghadapi pertarungan politik menuju Pemilu 2029.

Langkah itu juga memperlihatkan upaya menggabungkan pengalaman kader internal dengan jaringan politik figur yang sebelumnya berada di partai lain. Strategi semacam ini dapat menjadi modal penting bagi Golkar untuk memperluas basis dukungan di tengah kompetisi politik Sulsel yang semakin dinamis.

Terlebih, sejumlah nama yang muncul bukan figur baru dalam percaturan politik daerah. Mereka memiliki pengalaman dalam pemerintahan, parlemen maupun aktivitas politik yang dapat menjadi tambahan kekuatan bagi Golkar apabila benar-benar masuk dalam struktur resmi partai.

Bagi IAS, pembentukan kepengurusan menjadi pekerjaan penting setelah dirinya terpilih memimpin DPD I Partai Golkar Sulsel. Struktur baru tersebut akan menjadi instrumen utama untuk menerjemahkan agenda konsolidasi organisasi sekaligus membangun kekuatan politik Golkar menghadapi agenda elektoral berikutnya.

Target menuju Pemilu 2029 membuat komposisi pengurus menjadi semakin strategis. Golkar tidak hanya membutuhkan struktur yang solid secara organisasi, tetapi juga figur yang memiliki kemampuan membangun jaringan dan mendulang dukungan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Namun, hingga saat ini, susunan nama yang beredar tersebut masih berstatus draft. Penetapan resmi kepengurusan tetap bergantung pada proses internal Partai Golkar dan keputusan DPP Partai Golkar.

Jika nantinya disahkan, masuknya sejumlah eks figur partai lain ke dalam kepengurusan Golkar Sulsel akan menjadi salah satu perubahan paling menarik dalam konfigurasi politik partai tersebut. Ini sekaligus menjadi ujian bagi IAS untuk membuktikan bahwa strategi merangkul kekuatan lintas partai mampu memperkuat konsolidasi, bukan justru menimbulkan dinamika baru di internal Golkar.

Dengan komposisi yang mulai memperlihatkan wajah baru tersebut, Golkar Sulsel tampaknya sedang menyiapkan pertarungan lebih dini menuju 2029. Pertanyaannya kini, seberapa efektif barisan baru IAS ini mampu mengubah pengalaman dan jaringan politik para figur tersebut menjadi kekuatan elektoral Golkar di Sulawesi Selatan.

Penulis : Upiq

 Komentar