Pemda Barru

RDP Komisi II DPR RI, Wabup Barru Soroti Kepastian Pelayanan Pertanahan dan HGU

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 15 September 2026 19:21

RDP Komisi II DPR RI, Wabup Barru Soroti Kepastian Pelayanan Pertanahan dan HGU

BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menyoroti pentingnya kepastian pelayanan pertanahan, kejelasan standar operasional prosedur (SOP), hingga persoalan Hak Guna Usaha (HGU) dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Barru.

Hal itu disampaikan Abustan saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri beserta jajaran dan Kementerian ATR/BPN secara daring dari Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Barru, Selasa (15/9/2026).

Mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Abustan mengikuti pembahasan tersebut bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Kantor Pertanahan Barru, Kepala BKAD, Kepala Bapperida, Kepala Bapenda dan jajaran perangkat daerah lainnya.

RDP Komisi II DPR RI membahas sejumlah persoalan strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan pemerintah daerah, mulai dari pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dan aset BUMD, peran kepala daerah dalam Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), tata ruang, Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga program prioritas di desa.

Baca Juga  Wabup Barru Lepas Logistik Pilkades, Tekankan Pengamanan Ketat demi Jaga Kepercayaan Publik

Bagi Pemkab Barru, pembahasan tersebut menjadi momentum untuk mencermati arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus memetakan berbagai persoalan pertanahan dan tata ruang yang berpotensi memengaruhi pembangunan daerah.

Pimpinan Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menekankan pentingnya integrasi kebijakan pusat dan daerah dalam menangani persoalan pertanahan dan tata ruang. Menurutnya, program strategis nasional membutuhkan koordinasi yang kuat agar tidak terhambat persoalan di daerah.

“Program-program strategis nasional baru bisa kita laksanakan jika urusan tata ruang dan pertanahan itu bisa menjadi satu napas, tidak dipisahkan antara pusat dan daerah,” tegas Rifqinizamy.

Menindaklanjuti pembahasan tersebut, Abustan meminta jajaran Pemkab Barru memberi perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan pertanahan. Ia menilai kejelasan SOP dan kepastian proses menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan publik yang transparan.

Baca Juga  Latihan Rudal Starstreak di Barru, Pemkab Tekankan Keselamatan dan Sinergi TNI dengan Warga

“Pelayanan pertanahan perlu terus ditingkatkan, termasuk kejelasan SOP dan kepastian prosesnya. Ini penting agar masyarakat memperoleh pelayanan yang baik dan pemerintah daerah memiliki ruang koordinasi yang jelas dalam mendukung pembangunan,” ujar Abustan.

Menurutnya, kepastian tersebut juga diperlukan dalam menangani berbagai persoalan pertanahan, termasuk yang berkaitan dengan HGU. Pemerintah daerah perlu memiliki informasi dan dasar yang jelas ketika melakukan koordinasi dengan instansi pertanahan maupun pemerintah pusat.

Perhatian Abustan juga mencakup pemanfaatan ruang di kawasan pesisir. Ia menilai pembangunan di wilayah tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar tetap sejalan dengan ketentuan tata ruang dan pertanahan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Abustan meminta perangkat daerah terkait menjadikan hasil pembahasan RDP sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing. Ia menekankan pentingnya menyiapkan data yang akurat sebelum melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

Baca Juga  Wabup Barru Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah, Perkuat Komitmen Lingkungan

“Yang kita perlukan adalah koordinasi yang kuat dan pemahaman yang sama. Setiap persoalan di lapangan harus dapat diidentifikasi dengan baik, sehingga ketika membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat, kita memiliki data dan dasar yang jelas,” tambahnya.

Menurut Abustan, persoalan pertanahan dan tata ruang tidak sebatas urusan administrasi. Kepastian hukum di bidang tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, investasi, pengelolaan aset daerah hingga keberlanjutan pembangunan Barru.

Keikutsertaan Pemkab Barru dalam RDP tersebut diharapkan memperkuat sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, sehingga berbagai persoalan pertanahan dan tata ruang dapat ditangani lebih terarah serta tidak menjadi hambatan bagi pembangunan daerah. (*)

Penulis : Adv

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen08 November 2026 00:28
Ranperda APBD Sulsel 2027, Gubernur Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2027 memasuki ta...
Politik07 November 2026 20:26
Target Rampung Sebelum 2027, Golkar Makassar Bentuk Panitia Musda, Ismail Ditunjuk Pimpin OC
MAKASSAR,, TROTOA.ID— DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mempercepat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) dengan membentuk struktur kepanitiaan...
Daerah07 November 2026 19:16
Lepas Kontingen Porprov XVIII, Bupati Sidrap Bidik 10 Besar dan Targetkan 10 Emas
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 202...
Metro07 November 2026 18:55
Gebyar HUT ke-419 Makassar, Dispora Hadirkan Padel, Golf, Memancing hingga Youth Move Lab
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi kota, tetapi juga ruan...