MAKASSAR, Trotoar.id — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) memperkuat koordinasi lintas sektor melalui kegiatan silaturahmi dan tukar informasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kementerian dan lembaga, instansi terkait, serta pimpinan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Mapolda Sulsel, mulai pukul 09.00 Wita, dipimpin langsung Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan membangun kesamaan langkah di antara unsur pimpinan daerah, aparat keamanan, penegak hukum, instansi pemerintah, dan kalangan akademisi.
Sejumlah pimpinan daerah dan unsur Forkopimda Sulsel turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi dan Gubernur Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur pimpinan TNI, meliputi Pangdam XIV/Hasanuddin, Pangdivif 3 Kostrad, Dankodaeral VI Makassar, Pangkodau II Makassar, serta Pangkosek Hanudnas II Makassar.
Selain itu, hadir pula unsur penegak hukum dan instansi vertikal, termasuk Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulsel, serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.
Pimpinan kementerian dan lembaga terkait, serta rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Selatan, juga diundang untuk memperluas koordinasi lintas sektor.
Melalui pertemuan ini, Polda Sulsel mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih erat di antara seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Keterlibatan unsur akademisi turut membuka ruang pertukaran informasi dan perspektif antara aparat keamanan dan perguruan tinggi dalam merespons berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.
Koordinasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, instansi terkait, dan dunia akademisi diharapkan dapat memperkuat stabilitas daerah serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Sulawesi Selatan.




Komentar