SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026.
Tak sekadar berpartisipasi, kontingen Bumi Nene Mallomo ditargetkan mampu menembus 10 besar klasemen sekaligus membawa pulang sedikitnya 10 medali emas.
Target tersebut menjadi tantangan bagi ratusan atlet Sidrap yang akan berlaga di Kabupaten Bone dan Wajo pada 7–14 November 2026.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, secara langsung melepas keberangkatan kontingen bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Jalur Dua SKPD, depan Kantor Bupati Sidrap, Sabtu (7/11/2026).
Dalam pelepasan tersebut, Syaharuddin menitipkan pesan khusus kepada seluruh atlet agar memiliki mental juara, menjaga sportivitas, dan berjuang maksimal demi mengharumkan nama daerah.
Menurutnya, para atlet yang berangkat bukan sekadar peserta kompetisi, melainkan duta Kabupaten Sidrap yang membawa harapan masyarakat.
“Anak-anakku semua, hari ini kalian bukan hanya berangkat sebagai atlet, tetapi kalian berangkat sebagai duta Kabupaten Sidenreng Rappang. Bawa nama baik Sidrap, jaga nama baik orang tua, jaga nama baik daerah kita,” ujarnya.
Syaharuddin menegaskan, keikutsertaan Sidrap dalam Porprov XVIII harus menjadi momentum pembuktian keberhasilan pembinaan olahraga daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh atlet dan ofisial tidak sekadar mengejar keikutsertaan, tetapi benar-benar berorientasi pada prestasi.
Ia juga mengingatkan seluruh ofisial dan penanggung jawab cabang olahraga agar memberikan pendampingan penuh kepada atlet hingga seluruh pertandingan selesai.
Menurutnya, perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti pada seremoni pelepasan maupun pembukaan pertandingan.
Pengalaman Porprov 2022 di Kabupaten Sinjai, ketika Sidrap harus puas berada di peringkat ke-24, menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki capaian prestasi tahun ini.
“Kita berangkat hari ini bukan hanya untuk mengikuti pembukaan. Saya minta seluruh ofisial dan penanggung jawab menunggu anak-anak kita bertanding, memberikan pendampingan maksimal, dan mengawal mereka sampai membawa prestasi ke Sidrap,” tegasnya.
Bupati juga memotivasi para atlet agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mewakili daerah. Dari puluhan ribu anak di Sidrap, hanya sekitar 350 atlet yang memperoleh kesempatan tampil di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Anak-anak, catatkan diri kalian di Sidenreng Rappang. Tahun 2022 kita berada di posisi paling rendah, tetapi sekarang kita harus masuk 10 besar,” pesannya.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan atlet, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menyiapkan bonus dan sertifikat bagi mereka yang berhasil mempersembahkan medali emas, perak, maupun perunggu.
Sementara itu, Ketua Kontingen Sidrap, Andi Rahmat Saleh, melaporkan bahwa kontingen daerahnya akan mengikuti 24 cabang olahraga. Sebanyak 15 cabang olahraga dipertandingkan di Kabupaten Wajo, sedangkan sembilan cabang lainnya berlangsung di Kabupaten Bone.
Seluruh atlet telah menjalani pemusatan persiapan dan latihan selama dua bulan, terhitung sejak September 2026 hingga menjelang keberangkatan.
Pembiayaan kontingen didukung melalui APBD Kabupaten Sidrap Tahun Anggaran 2026, sponsor, serta partisipasi mitra, organisasi perangkat daerah (OPD), dan masing-masing cabang olahraga.
Pelepasan kontingen turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Ketua TP PKK Haslindah Syaharuddin, perwakilan Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, dan sejumlah undangan lainnya.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera pataka Kabupaten Sidrap dari Bupati kepada Ketua Kontingen, dilanjutkan yel-yel penyemangat dari para atlet.
Dengan kekuatan 24 cabang olahraga dan persiapan selama dua bulan, kontingen Sidrap membawa dua sasaran utama: menembus 10 besar klasemen dan meraih 10 medali emas. Kini, pembuktian target tersebut berada di tangan para atlet yang akan berjuang di arena Porprov XVIII Sulsel 2026.



Komentar