TROTOAR.ID, WAJO — Puluhan pendukung serta simpatisan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bu0ati Kabupaten Wajo Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) resmi melaporkan pemblokade yang dilakukan sekolompok orang ke Polres Wajo pasca insiden blokade jalan, Selasa (13/3/2018).

Tim PAMMASE mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dalang blokade jalan di Desa Abbanderang, Kecamatan Pitumpanua pada Senin kemarin.
Para pendukung dan simpatisan didampingi langsung oleh Ketua Tim Hukum PAMMASE, Azis Pangeran yang turut hadir serta sejumlah warga yang menjadi saksi. Laporan ini diterima oleh petugas jaga Polres Wajo.
Baca Juga :
“Polisi harus segera menindaklanjuti laporan ini untuk mengusut otak di balik blokade jalan di Desa Abbanderang. Hal ini bisa menjadi pemicu lahirnya konflik dalam Pilkada Wajo,” ucap Azis.

Diberitakan, PAMMASE sejak dari dulu berkomitmen untuk menciptakan pilkada yang aman dan damai. Itu terbukti kesediaannya yang hadir dalam deklarasi pilkada damai yang diselenggarakan KPU, Panwaslu dan Polres Wajo.
“Kita mau kontestasi secara damai dan aman. Tapi kalau kami dizalimi dan hukum dilanggar, penegak hukum seakan-akan dianggap tidak ada oleh orang berbuat pelanggaran, maka pasti amarah dari tim dan basis pendukung PAMMASE melawan,” pungkasnya.
Aksi blokade jalan ini saat PAMMASE hendak bersilaturahmi dengan warga di Desa Abbanderang, Senin (12/3/2018) siang.
Saat rombongan pasangan ini menuju lokasi, tiba-tiba akses ke lokasi tersebut ditutup dengan cara membentangkan pohon di jembatan, serta beberapa akses lainnya.

Meski begitu, PAMMASE tak ingin mengecewakan warga yang sudah menantinya. Bersama warga, pasangan nomor urut 1 membuka blokade jalan hingga akhirnya bertemu dengan warga.



Komentar