TROTOAR.ID, MAKASSAR — Spanduk yang bergambarkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Idrus Marham yang terpampang di dalam aula pertemuan di kecamatan Mattiro Bulu saat penyaluran bantuan Prograng Keluarga Harapan (PKH) dicopot, atas permintaan dari camat Mattiro Bulu yang hadir dalam proses penyeraham bantuan tersebut.
Pencopotan spanduk yang bergambarkan Jokowi dan Idrus Marham tersebut diduga dilakukan petugas kecamatan karena usulan tuan rumah dalam hal ini camat Mettiro Bulu.
“Kami tidak tahu dan kami merasa heran kok atribut gambar presiden dan mensos diminta di copot, padahal atribut tersebut sebagai penanda penyaluran bantuan yang wajib dipasang ketika pemberian bantuan PKH,”Kata Fajrin koordinatir PKH kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.
Baca Juga :
Fajrin menambahkan, pencopotan gambar Presiden dan Mensos tersebut cuma dilakukan dikecamatan Mattiro Bulu, dan ini sangat disayangkannya, mengingat penyaluran bantuan di beberapa kecamatan berjalan dengan baik dan tidak ada pencopotan atribut gambar presiden dan mensos seperti yang ada di Mattiro Bulu.
Sementara itu camat Mattiro Bulu Andi Sultab Wela saat dikonfirmasi membenarkan adanya pencopotan atribut Preaiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Idrus Marham, namun hal itu disanggah jika pegawai dan dirinya memerintahkan pencopotan tersebut.
“Memang saya yang mengusulkan atribut itu dicopot untuk menjaga netralitas jelang pilkada, dan saya sendiri juga ditelpon dari paslon nomor urut 2, 3 dan empat, untuk meminta atribut itu dicopot, dan saya sendiri tertekan,”Kata Camat Mattiro Bulu Andi Sultan Wela
Bahkan jelasnya pencopotan atribu Preaiden tersebut dilakukan petugas dari PKH sendiri, atas perintah dari dirinya selaku Camat kecamatan Mattiro Bulu yang disampaikan kepada koordinator PKH Fajrin.
Diketahui untuk penyerahan bantuan PKH kepada warga kurang mampu di kecamatan Mattiro Bulu mencapai 362 KK penerima bantuan.(Sam)



Komentar