TROTOAR.ID, MAROS – Gabungan mahasiswa pemuda anti korupsi yang di singkat GEMPA AKSI melakukan demontrasi di kejaksaan Negeri (Kejari) Maros.Mereka menuntut kejelasan kasus-kasus korupsi yang banyak terjadi di kabupaten Maros.
Banyak proyek pembanguna jembatan dan pasar di Maros tercium adanya korupsi dari instansi yang terkait yang di bantu oleh pihak ketiga pemenang tender , mulai dari kasus jembatan Damma ,jembatan Tana didi ,proyek pasar rakyat dan menara miring hingga proyek yang mangkrak yang status pekerjaan belum selesai.
Selang beberapa menit aksi berjalan sekitar pukul 12.30 WITA lewat kondisi demonstrasi menjadi gaduh karna oknum kejaksaan tiba-tiba masuk ke dalam barisan demonstrasi dan berencana menghentikan aksi demonstrasi yang baru saja berlangsung.
Baca Juga :
Menurut kordinator aksi, muhammad Wajidi kondisi aksi pada depan kejaksaan maros menjadi panas dan sempat terjadi adu dorong dan pemukulan dari oknum kejaksaan negeri maros ke massa aksi.
” kami tidak tau kronologinya lebih tepatnya ,kami mahasiswa dan pemuda maros hanya mau menyuarakan suara-suara rakyat yg hak nya tertindas” tegasnya kepada trotoar.id .
Pihaknya baru merapatkan barisan massa aksi di depan kejeksaan tiba-tiba anggota kejaksaan mendatanginya ,mungkin maksudnya untuk membubarkan , sedang pihaknya di kawal oleh pihak kepolisian.
kami aksi damai dan kepolisian pun tenang-tenang saja mendengarkan aspirasi kami ” tutur Muhammad Wajidi
Sedangkan kordinator mimbar aksi , Randi mengatakan , Kejaksaan Negeri(Kejari) Maros mungkin tertekan dan menyadari instansinya sedang tidak baik-baik saja .
Menurut Randi bahwa Sepertinya Kejaksaan Maros sadar diri karena kenapa dia mengundang kegaduhan pada saat aksi mahasiswa , sedangkan polisi berjaga untuk mengawal dan menjaga aksi tetap kondusif.
” takut ki itu orangnya kejaksaan karna di demo oleh mahasiswa dan pemuda Maros” tutur Sekretaris HPMMI Maros komisariat UIN ini.
Sedangkan kejaksaan Negeri(Kejari) Maros belum keluarkan tanggapan persoalan aksi yang dilakukan oleh puluhan massa demonstrasi GEMPA AKSI sampai berita ini di terbitkan. (abadi)



Komentar