Proklamasi bukanlah gerakan separatis tetapi mengangkat kedaulatan seluruh rakyat Indonesia. Teks Proklamasi bukanlah tanpa makna tetapi kekuatan teks terletak pada makna yang ditangkap oleh seluruh manusia Indonesia untuk membebaskan rakyat dari jeritan penderitaan walau sebesar biji zarah.
Perayaan kemerdekaan sejatinya harus melibatkan seluruh unsur kedirian manusia untuk menyerap seluruh peristiwa sejarah ke-Indonesia-an. Poin penting dari kesejarahan manusia Indonesia adalah harmoni hidup bersama air, tanah, api dan udaranya. Alam semesta Indonesia bersama manusianya adalah unity yang tumbuh beranak-pinak hingga menjadi sedewasa ini. Tumbuh dari satu manusia kemudian menjadi keluarga, suku, bangsa. Hidup dengan adat-istiadat dan agama sebagai system nilai untuk mengatur persatuan manusia.
Tanah air adalah sumbu kehidupan manusia Indonesia, tempat tumbuh suburnya nilai-nilai kearifan. Untuk itu mengaji Indonesia tidak dapat dimengerti melalui padang pasir, lembah dan bukit salju, berikut hot dog, pizza hut, keju dan lain-lain, tetapi harus melibatkan diri ditengah-tengah manusia untuk mempercakapkan segala masalah-masalah yang dihadapi bukan malah mencari akar kehidupan asing dan menggunakannya untuk menjawab masalah manusia Indonesia.
Baca Juga :
Globalisasi seperti seperti “bara api” yang dihaliskan dari “arang pandai besi” colonial dan melemahkan kekuatan kris, rencong, badik, golok, patimura, sumpit, tombak, cangkul, jangkar dan segala sesuatu yang menjadi pegangan manusia Indonesia.
Globalisasi menghancurkan, memotong dan mematahkan pohon keturunan kita yang telah melahirkan bangsa yang unik ini, bangsa yang lahir sebagai konsekuensi persatuan tanah air Indonesia. Lahir dengan semangat kebersamaan dari perbedaan suku, ras, agama untuk mempertahankan tanah air sebagai sumbu kehidupan.
Indonesia Merdeka Itu Dibentuk
Teks proklamasi bukanlah teks kaku yang digores dalam secarik kertas kosong, tetapi keputusan tertinggi terbentuknya NKRI sebagai buah dari kerja keras merebut kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945. Kemerdekaan adalah ilham juga hikmah bagi kita semua untuk dipelajari kemudian mengabdikan diri ditengah-tengah kehidupan manusia Indonesia.
Ada kelaparan, kemiskinan, penindasan, perampasan, kekerasan yang dialami oleh seluruh lapisan masyarakat saat ini. Sungguh tidak patut kemerdekaan kita isi dengan tangisan, penderitaan, kelaparan, kebodohan. Lebih dari itu mendekati tahun politik pemilu semoga ini tidak menjadi ajang pencitraan sebab sesungguhnya hal memalukan dengan terus melakukan pencitraan diatas tangisan panjang penderitaan manusia.
Sebuah refleksi historis, tepat pada tanggal 18 agustus 1945 Undang-Undang Dasar dan Pancasila ditetapkan sebagai system hidup berbangsa dan bernegara. Itu artinya system hidup telah menuliskan bahwa kedaulatan rakyat atau menjaga harkat dan martabat manusia merupakan pesan tertulis bagaimana cara kita menjaga kedaulatan bangsa dan Negara dengan membebaskan manusia Indonesia dari segala bentuk penderitaan.
Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila adalah rumusan yang telah digali dari seluruh latar kehidupan manusia di nusantara ini. Maka seseorang akan menjadi negarawan juga sangat pancasilais ketika mengenal asal leluhurnya. Jika anda bugis, belajarlah menjadi bugis yang baik dengan nilai-nilai kearifan tradisional yang diwariskan. Jika anda Mbozo (baca:Bima), maka belajarlah menjadi Bima yang baik dengan nilai-nilai itu. Begitupun Makassar, aceh, medan, jawa, bali, Lombok, Kalimantan, Maluku, hingga papua. Bukankah Indonesia berdiri diatas bangsa-bangsa merdeka dan berdaulat ? lebih dari itu Indonesia berdiri diatas kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai, adat-istiadat, budaya, hukum yang dimiliki.
Kedaulatan rakyat adalah kemandirian dalam hidup, saling membantu, tolong-menolong, gotong –royong, melakukan musyawarah untuk mufakat dalam setiap kebijakan bukan berdiri sebagai otoritas pribadi diatas golongan. Jauh lebih baik mengenali Indonesia dari dalam latar kehidupan rakyat daripada harus keluar negeri dengan meninggalkan penderitaan kepada rakyat.
Bukankah sesuatu yang luar biasa ketika seluruh masalah diselesaikan dengan cara sederhana sesuai kebutuhan sederhana manusia Indonesia kemudian dibawa keluar sebagai suatu identitas berbangsa dan bernegara hingga dunia tahu, bahwa penderitaan kita bisa selesai dengan pekerjaan sederhana. Tugas kita mengembalikan bentuk Indonesia dijalan pengabdian memperbaiki kehidupan manusia.
*Penulis adalah Direktur AKAR Institute




Komentar