TROTOAR.ID, MAKASSAR — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengakui jika Nurdin Abdullah sulit menjabat sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di pilpres mendatang.
Hal itu dikarenakan adanya aturan yang melarang keikutsertaan gubernur dan kepala daerah dalam skuat tim maupum ketua im pemenangan Capres dan Cawapres.
“Sulit kita mau masukkan NA sebagai ketua Tim, mengingat ada aturan yang melarang,” Kata Rudi Pieter Gini.
Baca Juga :
Meski demikian Rudi menjelaskan ketua Tim nantinya akan tetap di usulkan ke Tim pemenangan Nasional, yang mana tim nas nantinya yang akan memutuskan siapa yang jadi ketua tim.
Yang jelas tim Provinsi akan menyodorkan minimal tiga nama calon ketua tim apakah dari perwakilan partai, Ormas atau tokoh masyarakat.
“Kita akan usulkan minimal tiga nama calon ketua tim apakah dari ormas, Parpol ataupun tikoh masyarakat, yang mana keputusannya ada di tangan Capres dan Cawapres yang akan menentukan,” Ungkap Rudi Pieter Goni.
Namun dia mengaku keputusan siapa yang akan diusulkan nantinya akan di rapatkan bersama dengan partai Koalisi, untuk menetapkan nama calon ketua TIM Jokowi-Ma’ruf.(**)




Komentar